Dunia Heboh Drone Iran, Indonesia Diam-Diam Punya Wulung

  • 05 Mar 2026 14:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Perang modern semakin memperlihatkan satu hal menarik: mesin kecil tanpa pilot bisa menjadi senjata yang sangat menentukan. Dunia baru-baru ini menyoroti gempuran drone dari Iran dalam konflik di kawasan Timur Tengah yang membuat banyak negara waspada. Serangan udara tidak lagi selalu datang dari jet tempur, tetapi dari pesawat kecil tanpa awak yang bisa terbang jauh dan menyerang secara presisi.

Baca Juga: Eskalasi Timur Tengah, Uji Ketahanan Nasional Indonesia

Di tengah sorotan terhadap teknologi drone itu, sebenarnya Indonesia juga memiliki pesawat tanpa awak buatan sendiri. Namanya Wulung, drone pengintai yang dikembangkan sejak 2014 oleh PT Dirgantara Indonesia bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Balitbang Kementerian Pertahanan RI.

Wulung dirancang sebagai drone taktis untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Pesawat ini menggunakan material komposit yang ringan namun kuat, serta dilengkapi sistem autopilot sehingga mampu menjalankan misi secara otomatis melalui kendali Ground Control Station (GCS).

Secara teknis, Wulung memiliki kapasitas bahan bakar sekitar 35 liter, dengan Maximum Take-Off Weight (MTOW) 125 kilogram. Drone ini mampu beroperasi hingga radius sekitar 150 kilometer dari pusat kendali dengan kecepatan jelajah sekitar 50 knot. Untuk lepas landas dan mendarat, pesawat ini hanya membutuhkan landasan kurang dari 500 meter.

Wulung juga dilengkapi kamera berdefinisi tinggi yang mampu mengirim video dan foto secara real time, termasuk teknologi infra merah untuk pengamatan pada kondisi minim cahaya. Kamera tersebut dapat mengambil gambar secara jelas pada ketinggian sekitar 3.000 hingga 4.000 kaki.

Pengembangan drone ini melibatkan sekitar 100 insinyur PTDI yang mengubah konsep riset menjadi produk industri penerbangan. Sebelum diproduksi, Wulung telah menjalani 13 kali uji terbang dan mendapatkan Type Certificate dari Otoritas Kelaikan Terbang Militer Indonesia.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisyahbana, menyebut Wulung sebagai salah satu langkah penting dalam pengembangan teknologi UAV nasional. Ke depan, kemampuan drone ini masih akan terus ditingkatkan, termasuk memperpanjang daya tahan terbang hingga delapan jam.

Di tengah dunia yang semakin ramai oleh drone tempur, Wulung mungkin tidak membawa rudal. Namun ia membawa sesuatu yang tidak kalah penting dalam strategi militer modern: mata di langit.

Rekomendasi Berita