Jantung Pisang: Prebiotik sekaligus Peningkat ASI
- 13 Mar 2026 23:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Jantung pisang merupakan bakal bunga dari pohon pisang yang berbentuk kuncup besar berwarna merah keunguan. Umumnya, bahan ini diolah menjadi gulai, tumis, serta salad berkat teksturnya yang lembut dan rasa gurihnya.
Dilansir dari laman resmi halodoc.com pada Jumat, 13 Maret 2026, jantung pisang kaya akan nutrisi seperti serat, protein, kalium, kalsium, zat besi, magnesium, antioksidan, serta vitamin A, C, dan E. Kandungan ini memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk menurunkan kadar kolesterol jahat.
Jantung pisang juga membantu penderita diabetes dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil. Berkat kandungan seratnya yang tinggi, jantung pisang dapat dijadikan prebiotik untuk melancarkan pencernaan.
Kalori yang rendah serta tinggi serat membuat jantung pisang memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan. Antioksidan seperti flavonoid dan tanin membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas, seperi kanker dan penyakit jantung.
Dalam Journal of Neonatal Nursing menyebutkan bahwa ekstrak jantung pisang berperan sebagai galactagogue alami, yakni senyawa yang merangsang produksi asi bagi ibu menyusui.
Untuk mengelolanya, kupas lapisan luar yang berwarna ungu hingga tersisa bagian dalam yang berwarna putih kekuningan. Setelah itu rendah dalam air garam selama kurang lebih 30 menit, lalu rebus dengan sedikit asam jawa atau perasan jeruk nipis untuk mengurangi rasa pahit hingga empuk.
Setelah di rebus, jantung pisang siap diolah menjadi berbagai menu masakan sesuai selera. Umumnya jantung pisang diolah menjadi sayur, tumis, atau pecak jantung pisang.
(Susanti Ramadhan – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta)