Mengenal Perbedaan Pola Makan Vegan dan Vegetarian

  • 26 Feb 2026 13:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Pola makan berbasis nabati semakin populer di kalangan masyarakat. Namun, masih banyak yang belum memahami perbedaan antara vegan dan vegetarian. Keduanya sama-sama menghindari konsumsi daging, tetapi memiliki aturan yang berbeda dalam memilih makanan

Dilansir dari laman alodokter.com pada Kamis, 26 Febuari 2026 Vegetarian adalah pola makan yang tidak mengonsumsi daging hewan seperti sapi, ayam, maupun ikan. Meski begitu, sebagian vegetarian masih mengonsumsi produk turunan hewani seperti telur dan susu.

Jenis vegetarian pun beragam, berikut beberapa jenisnya yang digolongkan dalam beberapa tipe :

  1. Lacto-ovo-vegetarian, yaitu pola makan yang tidak mengonsumsi daging merah, daging unggas, dan ikan, tetapi mengonsumsi telur, susu dan produk olahannya, termasuk keju dan yoghurt.
  2. Lacto-vegetarian, yakni pola makan yang tidak mengonsumsi daging merah, daging unggas, ikan, dan telur, tetapi mengonsumsi susu dan produk turunannya.
  3. Ovo-vegetarian, yaitu pola makan yang tidak mengonsumsi semua makanan yang berasal dari hewan beserta produk turunannya, tetapi membuat pengecualian untuk telur.

Vegan sebenarnya merupakan salah satu tipe vegetarian, tetapi batasan jenis makanan yang dikonsumsi pada pola makan ini lebih ketat. Sebagian orang menganggap pola makan vegan sebagai versi ekstrem dari gaya hidup vegetarian.

Selain tidak mengonsumsi daging, vegan juga tidak mengonsumsi seluruh produk hewani, termasuk telur, susu, madu, hingga bahan makanan yang mengandung unsur hewani. Bahkan sebagian penganut vegan gaya hidupnya berupaya untuk menghindari penggunaan produk non-makanan berbahan dasar hewan, sepertiseperti kulit atau wol.

Perbedaan lainnya terletak pada latar belakang alasan memilih pola makan tersebut. Banyak vegetarian menjalani pola makan ini karena alasan kesehatan, seperti menurunkan kadar kolesterol, menjaga berat badan, atau mengurangi risiko penyakit jantung.

Sementara itu, vegan umumnya lebih didorong oleh alasan etika terhadap kesejahteraan hewan, kepedulian terhadap lingkungan, serta dampak industri peternakan terhadap perubahan iklim. Meski demikian, tidak sedikit pula vegan yang memilih pola ini demi kesehatan.

Meski berbeda, keduanya sama-sama menekankan konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian sebagai sumber utama nutrisi. Para ahli menyarankan agar pelaku diet vegan maupun vegetarian tetap memperhatikan asupan protein, zat besi, vitamin B12, dan kalsium agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Dengan memahami perbedaannya, masyarakat dapat memilih pola makan yang sesuai dengan kebutuhan dan keyakinan masing-masing. Apa pun pilihannya, yang terpenting adalah memastikan asupan nutrisi tetap seimbang dan tubuh tetap mendapatkan gizi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

(Trisna Mutia Tihara – Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta).

Rekomendasi Berita