MINHA Kembali Buka Layanan Kunjungan Pasca Revitalisasi
- 18 Jan 2026 22:23 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA), yang berlokasi di kawasan Makam Presiden ke – 4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pesantren Tebuireng, kembali membuka layanan kunjungan bagi masyarakat. Pasca selesainya proses revitalisasi.
Pembukaan kembali layanan itu, diawali dengan pelaksanaan uji coba layanan pengunjung, yang mulai diberlakukan pada tanggal 13 - 31 Januari 2026. Hal itu sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik di bidang kebudayaan.
Sebagai salah satu museum yang dikelola oleh Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, revitalisasi MINHA merupakan bagian dari upaya perlindungan. Serta pengembangan museum sebagai ruang pelestarian warisan budaya, dan pusat edukasi sejarah Islam Indonesia.
Melalui revitalisasi ini, MINHA menghadirkan wajah baru yang lebih segar, informatif, dan kontekstual. Dengan penataan ruang pamer, alur kunjungan, serta penyajian narasi yang disusun secara lebih sistematis dan komunikatif.
Sehingga peran MINHA sebagai pusat ilmu pengetahuan untuk mengajarkan nilai-nilai Islam, toleransi terhadap keberagaman budaya, serta keteladanan tokoh ulama nasional KH Hasyim Asy’ari di Indonesia, semakin dirasakan oleh masyarakat. Selama masa uji coba, pengelola museum akan memberlakukan tarif Rp0,- untuk seluruh kunjungan.
Uji coba layanan kunjungan itu dilaksanakan, untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, sistem layanan, serta pengalaman kunjungan yang aman, nyaman, dan edukatif bagi masyarakat. Serta dengan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan, sebagai dasar penyempurnaan layanan, sebelum melakukan operasional dengan penuh. Kunjungan berbayar akan diberlakukan kembali, setelah masa uji coba selesai, mulai tanggal 1 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin, menyampaikan harapan atas dibukanya kembali Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari (MINHA). MINHA kini menghadirkan revitalisasi tata pamer, yang memperkaya pengalaman pengunjung, dalam menelusuri perjalanan sejarah Islam di Indonesia.
Revitalisasi ini mencakup Lantai I dan Lantai II, dengan penambahan ruang, zona tematik, serta penguatan narasi sejarah yang lebih komprehensif. “Melalui pembukaan kembali MINHA, kami berharap sajian informasi koleksi, mengenai bukti peradaban Islam di Indonesia, mulai dari awal masuknya Islam hingga masa Indonesia Merdeka, dapat tersampaikan secara lebih utuh,” ujar Indira.
“Kehadiran wajah baru MINHA, diharapkan tidak hanya melengkapi fungsi museum sebagai ruang penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai ruang dialog budaya, pembelajaran publik, serta rumah belajar sejarah peradaban Islam. Yang berperan dalam penguatan identitas bangsa yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Indira.