Pahami Cara Pakai AC agar Hemat Listrik

  • 11 Mar 2026 15:49 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) kerap digunakan untuk menyejukkan ruangan, terutama pada siang hari. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan agar tidak memicu pemborosan energi maupun membuat tagihan listrik membengkak.

Sebab, penggunaan AC yang berlebihan atau tidak tepat justru dapat meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan. Berikut beberapa kebiasaan pakai AC yang membuat boros listrik:

1. Tidak mematikan AC saat tidak ada orang

Rata-rata satu unit AC memiliki daya sekitar 300 watt. Sekilas angka tersebut terlihat kecil, namun penggunaan AC dalam waktu lama membuat konsumsi listriknya membengkak. Salah satu kebiasaan yang bikin boros listrik adalah menyalakan AC secara terus-menerus bahkan ketika tidak digunakan alias tidak ada orang di ruangan.

Adapun kebiasaan penggunaan AC yang tidak tepat sering kali meningkatkan konsumsi listrik dan berujung pada pemborosan. Jika dibandingkan, penggunaan AC selama 24 jam jelas akan menghabiskan energi dua kali lebih besar dibanding penggunaan yang hanya 12 jam. Karena itu, waktu pemakaian menjadi faktor penting.

2. Tak menutup jendela ketika AC menyala

Syarif mengungkapkan, pemborosan juga bisa terjadi jika ruangan mengalami kebocoran, misalnya pintu atau jendela tidak tertutup rapat.

Kondisi ini membuat udara dingin dari AC keluar, sehingga kinerja AC menjadi lebih berat. Maunya AC itu supaya dingin. Tapi kalau jendelanya terbuka atau pintunya tidak tertutup, udara dinginnya keluar, kabur. Itu yang bikin boros, bukan soal AC berhenti atau tidak berhenti.

3. Mematikan dan menyalakan AC berkali-kali dalam sehari

Kebiasaan pakai AC yang bikin boros listrik adalah mematikan dan menyalakan AC berkali-kali dalam sehari. Penggunaan AC secara nonstop selama 24 jam memang lebih irit dibandingkan dengan AC yang dinyalakan dan dimatikan berulang kali dalam periode waktu yang sama.

Kalau sama-sama menyala selama 24 jam, menyalakan sekali dan langsung dibiarkan menyala penuh 24 jam lalu dimatikan setelahnya, itu lebih hemat dibandingkan jika dalam 24 jam dilakukan on-off berulang, misalnya 5 kali atau 10 kali.

Alasannya, karena setiap kali perangkat dinyalakan setelah sebelumnya dimatikan, maka akan terjadi yang disebut inrush current atau lonjakan arus saat proses starting. Jika kondisi ini terlalu sering terjadi, maka energi yang dibutuhkan justru semakin besar, sehingga konsumsi listrik menjadi lebih boros.

4. Mengatur suhu terlalu rendah

Banyak pengguna menyetel AC pada suhu 19–21 derajat Celsius dengan harapan ruangan lebih cepat dingin. Namun anggapan tersebut keliru dan justru merugikan. Ada orang yang menyalakan AC mereka hingga suhu 19 atau 20 derajat Celsius, 24 jam sehari, 7 hari dalam sepekan.

Menjalankan AC pada suhu 27 derajat Celsius jauh lebih hemat energi dibandingkan pada suhu 21 derajat.

5. Tidak melakukan perawatan rutin

Banyak orang berasumsi AC dapat bekerja optimal tanpa perawatan. Padahal, debu dan kotoran yang menumpuk bisa menyumbat filter, koil, dan ventilasi, sehingga aliran udara terhambat dan sistem harus bekerja lebih keras.

Kondisi ini bukan hanya membuat tagihan listrik meningkat, tetapi juga memperbesar risiko kerusakan. Para ahli menyarankan untuk melakukan servis profesional setidaknya sekali dalam setahun agar efisiensi terjaga dan biaya perbaikan mahal bisa dihindari.

6. Menggunakan kecepatan kipas atau pengaturan aliran udara yang salah

Menyalakan AC dengan kecepatan kipas tinggi terus-menerus dapat menyebabkan pendinginan tidak merata sekaligus meningkatkan konsumsi energi. Aliran udara yang terlalu besar bisa menghambat proses pembuangan kelembapan, sementara aliran udara yang terlalu kecil membuat sebagian ruangan tetap terasa hangat.

Untuk itu, para ahli menyarankan menggunakan mode otomatis yang menyesuaikan kecepatan kipas dengan suhu ruangan. Kecepatan tinggi memang berguna untuk mendinginkan ruangan lebih cepat, tetapi setelah suhu nyaman tercapai, sebaiknya beralih ke kecepatan rendah agar lebih efisien.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita