Hari Valentine Berevolusi dari Religi Jadi Budaya Global

  • 13 Feb 2026 11:42 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Valentine’s Day yang diperingati setiap 14 Februari telah berevolusi dari akar sejarah religius menjadi perayaan cinta global yang kaya tradisi. Dari kartu ucapan klasik dan mawar merah hingga ritual unik di berbagai negara, hari ini mencerminkan beragam cara manusia mengekspresikan kasih sayang dalam budaya masing-masing.

Sejarah mencatat, perayaan ini berkaitan dengan sosok Saint Valentine, seorang martir Kristen abad ke-3. Dalam sejumlah literatur, ia dikenal karena keberaniannya menikahkan pasangan secara diam-diam saat pernikahan dilarang oleh Kekaisaran Romawi. Tanggal 14 Februari kemudian diperingati sebagai hari penghormatannya.

Di kutip dalam buku A History of Valentines, penulis Ruth Webb Lee menjelaskan bahwa tradisi bertukar kartu ucapan dan simbol cinta mulai berkembang di Eropa sejak Abad Pertengahan. Buku tersebut mengulas bagaimana kartu valentine buatan tangan perlahan berubah menjadi industri komersial besar pada abad ke-19, terutama di Inggris dan Amerika Serikat.

Selain itu, dalam buku The Valentine and Its Origins, sejarawan Leigh Eric Schmidt menyebut bahwa perayaan ini mengalami transformasi signifikan pada era modern. Ia menulis bahwa Valentine tidak lagi semata-mata peringatan religius, melainkan telah menjadi bagian dari budaya populer yang dipengaruhi industri kartu, bunga, dan cokelat.

Kini, perayaan Valentine tidak hanya identik dengan pasangan kekasih. Di sejumlah negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, tradisi saling memberi cokelat memiliki aturan tersendiri. Di Finlandia dan Estonia, hari tersebut bahkan lebih dikenal sebagai Hari Persahabatan.

Secara ekonomi, Valentine’s Day juga menjadi momentum penting bagi industri ritel global. Penjualan bunga mawar, cokelat, perhiasan, hingga paket makan malam romantis meningkat tajam menjelang 14 Februari setiap tahunnya.

Meski kerap dikritik karena dianggap semakin komersial, Valentine’s Day tetap menjadi simbol universal tentang cinta dan perhatian. Dari kisah religius hingga ekspresi budaya modern, hari ini terus hidup sebagai pengingat bahwa kasih sayang dapat dirayakan dalam berbagai bentuk sederhana maupun istimewa.

Rekomendasi Berita