Hidupkan Tarian Yospan, Finansial akan Mengikuti

  • 02 Mar 2026 14:50 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Tarian yosim pancar atau yospan, sebagai ikon budaya Papua perlu dihidupkan melalui sekolah dan sanggar. Jika yospan terus dihidupkan konsisten, bukan tidak mungkin, dukungan finansial akan mengikuti.

Hal tersebut diungkapkan Budayawan Papua, Theo Yepese, dalam Obrolan Budaya RRI NET Pro 4 nasional belum lama ini. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga kelestarian budaya, serta menumbuhkan minat generasi muda.

"Tari yospan ini harus dihidupkan mulai dari sekolah-sekolah dan sanggar, supaya ada minat juga dari generasi muda. Jangan hanya saat mau lomba baru muncul, habis itu hilang lagi," ujarnya.

Lelaki yang akrab disapa Om Theo itu, merupakan pemilik Sanggar Tari Honong, yang aktif membina generasi muda. Diakuinya, dirinya sudah melatih yospan selama puluhan tahun di Kota Jayapura.

Kepada RRI Jayapura, Om Theo menjelaskan yospan dapat dibawakan kapan saja. Namun dalam perlombaan, tata gerak, musik, dan kategori penilaian, harus mengikuti ketentuan resmi.

“Kalau yospan itu di acara-acara biasa yang bukan lomba, siapa saja bisa menari dan busananya juga apa adanya. Tapi kalau dilombakan, kita ikuti sesuai ketentuan lomba,," katanya.

Dalam obrolan tersebut, Om Theo juga menyampaikan kiat yang selama ini dilakukan ketika melatih para penari. Yakni selain menerapkan disiplin, para penari juga diminta selalu fokus dengan gerakan-gerakan yospan.

Ia mengajak pula generasi muda berkreativitas tanpa terpengaruh budaya luar, karena gerak dalam tari yospan telah dibakukan sejak dahulu. "Tari yospan nih tidak ada perubahan, karena kita mengacu pada gerak yang sudah dibakukan," ucapnya.

Yosim pancar atau yospan, merupakan tari pergaulan khas Papua yang melambangkan persahabatan dan kebersamaan muda-mudi. Tarian ini memadukan unsur yosim dan pancar dengan gerakan energik, lincah, dan penuh keceriaan.

Sejak populer tahun 1960-an, yospan kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat Papua. Tarian ini biasanya hadir pada penyambutan tamu, pernikahan, serta festival budaya daerah.

Yospan memiliki gerakan dasar seperti pancar gas, gale-gale, jef, pacul tiga dan seka. Tarian ini diiringi gitar, ukulele, bas akustik, tifa, serta penari yang mengikuti irama musisi.

Di akhir obrolan, Om Theo mengungkapkan harapan besarnya agar suatu saat Jayapura dikenal sebagai kota tari yospan. "Saya punya keinginan dan kerinduan nih, agar Kota Jayapura satu waktu bisa menjadi kota tari yospan," katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita