Alasan Psikologis Mengapa Selera Musik Sulit Berubah

  • 08 Mar 2026 06:17 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Banyak orang menyadari bahwa seiring bertambahnya usia, keinginan untuk mengeksplorasi musik baru semakin berkurang. Melansir infipop.id, fenomena ini ternyata memiliki penjelasan menarik jika dilihat dari sudut pandang psikologi, tentang selera musik seseorang.

Menurut profesor psikologi, Francis T. McAndrew, selera musik seseorang mulai terbentuk sejak masa remaja. Pada usia sekitar 13 hingga 14 tahun, perkembangan emosi membuat pengalaman mendengarkan musik menjadi sangat membekas.

Pada masa remaja, otak berada dalam fase perkembangan emosional yang kuat dan sangat memengaruhi preferensi musik seseorang. Karena itu, lagu yang didengar pada periode tersebut sering menempel lama dalam ingatan dan membentuk selera musik.

Lagu-lagu masa remaja, sering berkaitan dengan pengalaman penting seperti persahabatan, masa sekolah, serta kisah cinta pertama. Hubungan emosional tersebut membuat musik dari periode itu terasa lebih bermakna, dibandingkan lagu baru yang muncul kemudian.

Ketika seseorang memasuki usia 20an, selera musik yang terbentuk sejak remaja biasanya semakin kuat dan menetap. Musik favorit dari masa lalu terasa lebih nyaman didengar, dibandingkan lagu baru yang membutuhkan waktu untuk diterima.

Kondisi inilah, yang membuat sebagian orang menjadi kurang tertarik mengeksplorasi berbagai musik baru yang terus bermunculan. Bukan berarti mereka menolak perubahan, tetapi ada kecenderungan alami kembali pada lagu yang memberikan rasa familiar.

Di era digital, berbagai platform musik dan media sosial memudahkan orang menemukan lagu baru dari banyak musisi. Namun pada akhirnya, musik lama tetap menjadi teman setia karena menyimpan kenangan perjalanan hidup yang berharga.

Rekomendasi Berita