Seribuan Pelajar SD Bondowoso Menari Totta’an Dhereh

  • 14 Feb 2026 17:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Sebanyak 1.774 pelajar sekolah dasar dan sederajat mengikuti gebyar Tari Totta’an Dhereh di Alun-alun Ki Bagus Asra, Kabupaten Bondowoso, Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya pengenalan dan pelestarian budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.

Para pelajar tampil kompak mengenakan busana senada yang memadukan jarik cokelat, selendang merah, dan manset putih. Di bagian kepala, para penari mengenakan mahkota berbentuk sayap burung yang menjadi ciri khas tarian tersebut. Selama hampir 15 menit, mereka menari di jantung kota Bondowoso meski diguyur hujan.

Salah satu peserta, Alfidiansyah Kezya Ardian, pelajar SDN Dabasah 3 Bondowoso, mengaku hanya berlatih selama sembilan hari di sekolahnya sebelum tampil di hadapan ribuan penonton. Meski waktu latihan singkat, ia mengaku tetap antusias bisa menari bersama teman-temannya.

“Sembilan hari saya belajar di sekolah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anugrah Dwiandra, siswa SD Alifiyah Bondowoso. Ia mengaku belajar tarian tersebut hanya selama dua hari, namun tetap senang bisa ikut ambil bagian karena menari bersama teman-teman sekolahnya.

“Saya belajar dua hari di sekolah,” terangnya malu-malu.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa gebyar tari ini merupakan implementasi dari gerakan “Ini Budi”, akronim dari Ini Anak Indonesia Belajar Budaya Sejak Dini. Melalui gerakan tersebut, pelajar SD diperkenalkan pada seni dan budaya lokal, salah satunya Tari Totta’an Dhereh yang menjadi ikon seni Bondowoso.

“Karena itulah pelajar SD mempelajari tarian Totta’an Dhereh. Nantinya tidak hanya tarian ini saja, tetapi seni lokal lain juga bisa dipilih oleh masing-masing gugus sekolah dalam kegiatan kokurikuler,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap gugus sekolah diberi kebebasan memilih seni lokal yang akan dipelajari. Gugus tertentu memilih Tari Totta’an Dhereh, sementara gugus lain memilih seni daerah lain seperti Tari Molong Kopi.

“Masing-masing gugus silakan memilih. Gugus satu ini memilih Totta’an Dhereh, ada yang Tari Molong Kopi juga,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal kepada anak-anak sejak usia dini. Dengan demikian, diharapkan tumbuh rasa cinta terhadap budaya daerah sekaligus cinta tanah air.

“Karena lokalitas adalah bagian dari bangsa ini, sehingga anak-anak tidak tergerus dari kulturnya, dari budayanya, dari budaya luar yang masuk,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Tari Totta’an Dhereh merupakan salah satu budaya lokal Bondowoso yang terinspirasi dari tradisi memelihara merpati. Tradisi tersebut berupa perlombaan melepas merpati ke daerah tertentu, kemudian dinilai dari merpati yang paling cepat kembali ke kandangnya.

Rekomendasi Berita