Memahami Asma serta Gejala, Penyebab, dan Cara Mengelolanya
- 05 Mar 2026 10:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Asma merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan kronis yang paling umum di dunia. Kondisi ini memengaruhi kualitas hidup penderitanya jika tidak ditangani dengan tepat. Namun, dengan pemahaman yang baik, penderita asma tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari secara normal dan produktif.
Dalam dunia medis asma adalah kondisi peradangan kronis pada saluran pernapasan (bronkus) yang menyebabkan saluran tersebut menjadi sensitif, menyempit, dan membengkak. Selain penyempitan, saluran ini juga memproduksi lendir berlebih yang semakin menyumbat jalan napas. Berbeda dengan batuk biasa, asma bersifat kambuhan. Gejalanya bisa muncul ketika penderita terpapar oleh faktor pemicu tertentu. Gejala asma bisa bervariasi pada setiap orang, baik dari segi intensitas maupun frekuensi. Beberapa gejala klasiknya meliputi:
- Sesak Napas: Merasa sulit untuk menghirup atau mengembuskan udara.
- Mengi (Wheezing): Terdengar suara "ngik-ngik" yang khas saat bernapas.
- Batuk: Biasanya memburuk pada malam hari atau dini hari.
- Dada Terasa Berat: Sensasi seperti ada beban yang menekan area dada.
Asma tidak menular, namun sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Beberapa pemicu umum yang dapat menyebabkan kekambuhan antara lain:
- Alergen: Debu, bulu hewan peliharaan, serbuk sari, atau jamur.
- Polusi Lingkungan: Asap rokok, asap kendaraan, atau bau menyengat (parfum/cat).
- Cuaca: Udara dingin atau perubahan kelembapan yang ekstrem.
- Aktivitas Fisik: Olahraga berat yang dilakukan tanpa pemanasan (sering disebut Exercise-Induced Asthma).
- Emosi: Stres berat, kecemasan, atau tertawa terlalu keras.
Hingga saat ini, asma belum bisa disembuhkan secara total, namun sangat bisa dikendalikan. Pengobatan biasanya dibagi menjadi dua kategori:
- Inhaler Pelega (Reliever): Digunakan saat serangan terjadi untuk membuka saluran napas dengan cepat (contoh: Albuterol/Salbutamol).
- Inhaler Pengendali (Controller): Digunakan setiap hari (meskipun tidak ada gejala) untuk mengurangi peradangan jangka panjang.