Cara Hindari Kram Perut saat Lari setelah Berbuka

  • 13 Mar 2026 11:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Lari setelah berbuka puasa menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga kebugaran selama bulan Ramadhan. Namun, aktivitas fisik yang dilakukan terlalu cepat setelah makan berisiko menimbulkan kram perut atau nyeri di area perut saat berlari. Kram perut saat berlari sering dikaitkan dengan kondisi yang dikenal sebagai exercise-related transient abdominal pain. Kondisi ini biasanya muncul ketika aktivitas fisik dilakukan saat proses pencernaan masih berlangsung. Saat tubuh sedang mencerna makanan, aliran darah lebih banyak diarahkan ke sistem pencernaan. Jika olahraga intensitas sedang hingga tinggi dilakukan dalam waktu yang terlalu dekat dengan waktu makan, tubuh harus membagi aliran darah antara otot dan organ pencernaan sehingga memicu ketidaknyamanan pada perut.

Salah satu cara menghindari kram perut adalah memberikan jeda waktu yang cukup antara berbuka dan berlari. Banyak pelari memilih melakukan lari ringan sekitar 60 hingga 90 menit setelah berbuka agar proses pencernaan awal sudah berlangsung. Waktu jeda ini membantu tubuh menyesuaikan kembali aliran darah sebelum aktivitas fisik dimulai. Pemilihan jenis makanan saat berbuka juga memengaruhi kenyamanan saat berlari. Makanan yang terlalu berat, tinggi lemak, atau terlalu pedas dapat memperlambat proses pencernaan. Sebaliknya, menu berbuka yang lebih ringan seperti karbohidrat sederhana, buah, dan cairan dapat membantu tubuh mendapatkan energi tanpa membebani sistem pencernaan.

Pengaturan porsi makan juga penting. Berbuka dalam jumlah berlebihan sebelum berlari meningkatkan tekanan pada lambung dan berpotensi memicu rasa tidak nyaman ketika tubuh bergerak aktif. Pendekatan yang sering dilakukan adalah berbuka secara ringan terlebih dahulu, kemudian melanjutkan makan utama setelah selesai berolahraga. Faktor hidrasi turut berperan dalam mencegah kram. Minum air secara bertahap saat berbuka membantu tubuh mengembalikan keseimbangan cairan setelah seharian berpuasa. Hidrasi yang cukup membantu menjaga fungsi otot dan sistem pencernaan saat tubuh mulai bergerak.

Teknik pernapasan dan pemanasan sebelum berlari juga dapat membantu mengurangi risiko kram perut. Pemanasan ringan membantu tubuh beradaptasi dengan peningkatan aktivitas, sementara ritme pernapasan yang stabil membantu menjaga koordinasi gerakan tubuh selama berlari. Dengan pengaturan waktu makan, porsi yang tepat, serta pemanasan yang baik, aktivitas lari setelah berbuka dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Pendekatan yang seimbang membantu masyarakat tetap menjaga kebugaran selama bulan Ramadhan tanpa mengganggu proses pencernaan tubuh.

Lansiran: Aktivitas olahraga setelah berbuka puasa semakin populer di kalangan pelari rekreasional sebagai cara menjaga kebugaran selama Ramadhan.

Sumber:

American College of Sports Medicine

World Health Organization

British Journal of Sports Medicine

Mayo Clinic

International Olympic Committee

Rekomendasi Berita