Viral, Air Terjun Pulo Agung Ramai Dikunjungi Wisatawan

  • 08 Feb 2026 14:50 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Objek wisata Air Terjun Pulo Agung yang berada di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, kembali mencuri perhatian publik dan menjadi destinasi favorit wisatawan sejak viral di media sosial pada akhir 2025. Daya tarik utama air terjun setinggi sekitar 30 meter ini terletak pada panorama alamnya yang masih asri serta debit air yang deras dan jernih.

Hampir setiap pengunjung yang datang menyempatkan diri berfoto dengan pose ikonik, berdiri di antara bebatuan besar tepat di bawah kucuran air terjun, tangan terentang dan wajah menengadah ke langit. Meski sederhana, gaya tersebut seolah menjadi ritual wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Air Terjun Pulo Agung.

Lokasi wisata ini berjarak sekitar 40 kilometer ke arah timur dari pusat Kota Bondowoso dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam menggunakan sepeda motor. Setibanya di Desa Sukorejo, pengunjung harus melanjutkan perjalanan melalui jalan setapak yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua hingga area penitipan motor, kemudian berjalan kaki sekitar 500 meter melewati tanjakan, perkebunan kopi, dan lahan pertanian warga.

Menariknya, tidak ada tiket masuk untuk menikmati keindahan Air Terjun Pulo Agung. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp5.000 dan dapat berwisata mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Fasilitas yang tersedia saat ini meliputi dua saung, satu warung sederhana, serta jembatan bambu kecil di depan air terjun yang menjadi spot favorit untuk berswafoto.

Salah satu pengunjung, Faril Dini (21), warga Desa Lembungan, Kabupaten Jember, mengaku sengaja datang bersama temannya setelah melihat Air Terjun Pulo Agung viral di media sosial.

“Airnya deras beda sama air terjun yang lain, bening lagi airnya. Ini kan air terjunnya lebar, bagus buat foto-foto,” ungkap Faril.

Ia menambahkan, jalur menuju lokasi memberikan sensasi petualangan tersendiri meski berharap akses jalan untuk kendaraan roda dua dapat segera diperbaiki agar lebih aman.

Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo, Sumarni, menjelaskan bahwa Air Terjun Pulo Agung sebenarnya sudah dikenal masyarakat sejak tahun 2003. Namun, destinasi tersebut sempat ditutup karena alasan keamanan akibat dampak banjir.

“Sejak Desember 2025, air terjun ini kembali viral. Pengunjung tidak hanya dari Bondowoso, tapi juga dari Jember dan Situbondo,” ujar Sumarni.

Berdasarkan data parkir, kata Sumarni, jumlah wisatawan yang datang dalam beberapa bulan terakhir telah mencapai lebih dari 1.000 orang. Khusus akhir pekan, kendaraan roda dua yang terparkir bisa mencapai 150 unit.

“Tahun 2025 menjadi titik balik viralnya kembali air terjun ini,” tuturnya.

Mengingat lokasi Air Terjun Pulo Agung berada di kawasan lahan Perhutani, Pemerintah Desa Sukorejo saat ini tengah menjalin komunikasi untuk kesepakatan kerja sama melalui perjanjian kerja sama (PKS). Pihak desa juga berharap adanya dukungan dari dinas terkait guna pengembangan fasilitas wisata.

“Kami berharap ada bantuan pengembangan, mengingat keterbatasan anggaran dari dana desa saat ini,” pungkas Sumarni.

Rekomendasi Berita