Deretan Museum Baru Dunia Segera Dibuka
- 20 Feb 2026 21:04 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Sejumlah museum baru berskala besar akan dibuka di berbagai kota dunia dalam waktu dekat. Museum-museum ini tidak hanya menjadi tempat pameran seni dan sejarah, tetapi juga dirancang sebagai ikon budaya yang mampu menarik wisatawan internasional dan mengubah wajah kota tempat mereka berdiri.
Fenomena ini sering disebut sebagai “Bilbao effect”, yaitu ketika sebuah museum mampu meningkatkan pariwisata secara signifikan. Istilah ini berasal dari keberhasilan Museum Guggenheim di Bilbao, Spanyol, yang sejak dibuka pada 1997 berhasil mengubah kota tersebut menjadi tujuan wisata global.
Salah satu museum paling dinanti adalah Lucas Museum of Narrative Art di Los Angeles, Amerika Serikat. Museum ini didirikan oleh kreator Star Wars, George Lucas, bersama istrinya Mellody Hobson. Bentuk bangunannya menyerupai pesawat luar angkasa dan akan menampilkan lebih dari 40.000 koleksi, termasuk properti film, karya seni lukis, ilustrasi, dan komik. Museum senilai 1 miliar dolar AS ini juga dilengkapi teater, taman, dan area publik luas.
Di Timur Tengah, Guggenheim Abu Dhabi akan menjadi museum terbesar dalam jaringan Guggenheim. Bangunan ini dirancang oleh arsitek terkenal Frank Gehry dan akan menampilkan karya seni modern dan kontemporer dari berbagai wilayah dunia, termasuk Asia dan Afrika. Museum ini menjadi bagian dari kawasan budaya di Pulau Saadiyat yang bertujuan menjadikan Abu Dhabi sebagai pusat seni internasional.
Australia juga menghadirkan museum baru melalui Larrakia Cultural Centre di Darwin. Museum ini dibangun di atas tanah adat masyarakat Larrakia dan akan menampilkan artefak budaya, ruang pertunjukan, serta pusat pembelajaran. Museum ini dikelola langsung oleh komunitas adat, sebagai bagian dari upaya melestarikan sejarah dan budaya mereka.
Di Amerika Serikat, Obama Presidential Center di Chicago akan menampilkan berbagai koleksi dari masa kepresidenan Barack Obama. Kompleks ini tidak hanya berisi museum, tetapi juga perpustakaan, taman bermain, lapangan basket, dan ruang publik yang dapat digunakan masyarakat.
Sementara itu, Eropa akan menghadirkan KANAL-Pompidou di Brussels, Belgia. Museum ini merupakan bekas pabrik mobil yang diubah menjadi pusat seni modern dan kontemporer. Ribuan karya seni dari berbagai seniman dunia akan dipamerkan di sini, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kawasan budaya baru di kota tersebut.
Di Asia Tengah, Uzbekistan membuka Islamic Civilization Center di Tashkent. Museum ini akan menampilkan ribuan manuskrip bersejarah, termasuk salah satu Al-Qur’an tertua di dunia. Selain itu, museum ini menggunakan teknologi modern seperti realitas virtual untuk memperkenalkan sejarah dan peradaban Islam kepada pengunjung.
Kehadiran museum-museum baru ini menunjukkan bahwa museum kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai pusat edukasi, wisata, dan identitas kota. Dengan desain arsitektur yang unik dan koleksi berharga, museum-museum ini diperkirakan akan menjadi destinasi wisata utama dan menarik pengunjung dari seluruh dunia.