Tradisi Nyekar jelang Ramadan, Permintaan Bunga Meningkat
- 17 Feb 2026 09:14 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan permintaan bunga untuk ziarah ke makam oleh masyarakat meningkat. Hal itu disampaikan Rini, salah satu penjual bunga di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Senin, 16 Februari 2026.
"Mulai ramai pembeli hai Kamis malam Jumat legi kemarin, tanggal 12 Februari 2026. Biasa sebelum Ramadan kan ada tradisi 'Nyekar' ke makam keluarga, jadi permintaan bunga meningkat dari hari biasa," ujarnya.
Ia menambahkan jenis bunga untuk ziarah makam dirinya melayani sesuai dengan permintaan dari pembeli. " Yang diminta sih macam-macam, ada kembang putihan yaitu kantil, mawar putih dan melati, ada juga yang kenanga dan mawar merah, ada juga yang minta kembang sedap malam," ucapnya.
Mengenai harga juga tergantung dari bunga yang diinginkankan pembeli, dari mulai Rp5.000 hingga Rp8.000 per bungkus, bahkan ada yang Rp10.000 per bungkus. "Biasanya ramainya permintaan bunga sampai nanti hari pertama bulan Ramadan, dan nanti lima hari sebelum Idul Fitri juga ramai pembeli," katanya.
Sementara Ansori salah satu pembeli bunga ziarah mengatakan, tradisi 'Nyekar' makam kelurga sebelum Ramadan memang telah menjadi kebiasaan keluarga. "Memang dari orang tua saya mengajarkan agar tradisi ini menjadi kewajiban yang dilaksanakan sebelum bulan biasa dan hari raya," katanya.
Ia mengungkapkan dirinya membeli bunga ziarah hingga 15 bungkus, karena banyak makam keluarga yang harus dikunjungi baik dari keluarganya maupun keluarga istri. "Kalau saya nyekar nya di beberapa tempat atau makam, karena keluarga saya yang telah meninggal banyak termasuk keluarga mertua," ucap Ansori.
Sebagai penjual bunga Rini mulai buka kios di Pasar Setono Betek mulai pagi sehabis Subuh, dan tutup hingga pukul 22.00 WIB. "Karena momennya ramai pembeli sebelum puasa, kami biasanya jaga di kios bergantian, dari pagi sampai malam," ucapnya.