Mengajari Anak Mengenal Alam
- 19 Des 2025 18:12 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Anak-anak jaman sekarang lebih cenderung menghabiskan banyak waktu di rumah. Namun ternyata belajar dan bermain di rumah saja membuat anak jadi enggan untuk mengenal lingkungan sekitar.
Kenyamanan yang didapatkan di rumah terlebih jika anak sudah mengenal gadget atau menonton televisi membuatnya enggan bersentuhan langsung dengan alam. Padahal belajar di alam terbuka mampu mengasah kemampuan dan perkembangan anak-anak, baik secara mental maupun emosional.
Mengutip dari laman Citra Alam, dunia anak yang ideal adalah lebih banyak berhubungan dengan berbagai hal baru untuk mereka ketahui seperti alam beserta isinya dan aktivitas untuk perkembangan saraf motorik.
Aktivitas di alam terbuka terbukti dapat menurunkan kadar kortisol, hormon yang terkait dengan stres pada seseorang. Bermain di luar, khususnya di area dengan banyak tumbuhan hijau, akan membantu menenangkan pikiran dan menciptakan rasa damai.
Dengan begitu, anak-anak yang sering bermain di luar cenderung memiliki suasana hati yang lebih baik dan lebih sedikit mengalami gejala kecemasan sejak kecil.
UNICEF juga menyebut puluhan studi telah menemukan bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan, terutama bermain bebas, dapat membangun kesiapan anak memasuki usia sekolah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan merekomendasikan anak-anak berusia satu hingga empat tahun menghabiskan setidaknya tiga jam sehari untuk beraktivitas fisik, sementara anak-anak berusia lima hingga 17 tahun setidaknya 60 menit sehari untuk aktivitas fisik sedang hingga berat.
Sebuah studi lain mengatakan dampak lebih besar terhadap anak-anak prasekolah di Norwegia menemukan bahwa semakin banyak waktu yang mereka habiskan di luar ruangan setiap hari, semakin kecil kemungkinan mereka menunjukkan gejala ADHD.
Menghirup udara segar dan merasakan sinar matahari langsung juga dapat meningkatkan produksi serotonin, hormon yang membantu meningkatkan suasana hati dan perasaan bahagia.l bagi individu. Ini sangat penting bagi perkembangan emosional anak, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kesehatan mental.
Saat bermain di luar, anak-anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermain bebas dan menggunakan imajinasi.
Alam memberikan ruang yang tidak terbatas bagi anak-anak untuk berkreasi, yang berbeda dengan permainan di dalam ruangan yang biasanya memiliki batasan.
Aktivitas ini sangat baik untuk merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir out-of-the-box, keterampilan yang akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari jika diajarkan sejak dini. Ketika anak-anak bermain di luar, mereka sering kali harus memecahkan masalah sendiri, seperti memanjat pohon atau mencari jalan keluar dari labirin tanaman.
Pengalaman ini membantu mereka belajar mengambil keputusan dan memecahkan masalah tanpa bantuan orang dewasa. Hal ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri dan kemandirian bagi mereka.
Semakin sering mereka beraktivitas di luar, semakin terbiasa mereka menghadapi tantangan dan mengatasi rintangan kehidupan. Anak-anak akan belajar bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan, yang akan membentuk sikap mental positif saat mereka tumbuh dewasa kelak.