Penggunaan AI Bagi Pelajar Akibatkan Ketergantungan

  • 23 Okt 2025 15:56 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Penggunaan Artificial Intelligence (AI) bagi pelajar dapat mengakibatkan siswa ketergantungan dan tidak berfikir kritis. Oleh sebab itu diperlukan edukasi yang tepat untuk pemanfaatan AI bagi pelajar di sekolah dengan bijak.

Aries Sukmawan, Praktisi AI dan Digital Marketing di Kabupaten Kediri, Kamis (23/10/2025) menjelaskan kelebihan AI sangat banyak dalam membantu kegiatan masyarakat secara umum. Namun Penggunaan AI juga memiliki kekurangan jika digunakan oleh pelajar secara berlebihan.

“Kekurangannya itu adalah mungkin mereka akan membuat sesuatu yang diluar batas, contohnya untuk menjawab soal memudahkan dan cepat. Cuma masalahnya adalah memunculkan para siswa itu untuk tidak berfikir kritis, disinilah sebenarnya dibutuhkan edukasi untuk pemanfaatan AI dengan sebijak mungkin,” ujarnya.

Sementara Rudi Hariono, warga Pare, Kabupaten Kediri mengatakan jika pelajar menggunakan AI secara terus menerus dalam memecahkan persoalan, dapat mengurangi kreatifitas anak. Ia berharap pihak sekolah membuat aturan untuk pembatasan penggunaan AI, agar pelajar dapat menggunakan kreatifitasnya.

“Sebagai orang tua yang memiliki anak, penggunaan AI sekarang bisa jadi baik dan buruk, baik karena AI semakin lama semakin cerdas banyak persoalan yang bisa dipecahkan. Namun sisi buruknya adalah adanya ketergantungan bagi pelajar, ketika semua bergantung dengan AI dapat mengurangi kreatifitas akalnya sehingga malas untuk berfikir,” ucapnya.

Aries Sukmawan menambahkan setiap AI memiliki provider sendiri seperti Chat GPT milik perusahaan open AI dan Gemini milik Google, yang memiliki pembatasan atau policy. Agar pemanfaatan AI baik dan bijak bagi pelajar, diperlukan pembatasan dan pengarahan dari educator seperti mentor atau guru.

Rekomendasi Berita