Tantangan SDM Global, Lembaga Pendidikan di Kediri Buka Beasiswa
- 26 Jan 2026 18:50 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Tantangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi persaingan global dinilai semakin kompleks. Penguasaan bahasa asing, kepemimpinan, hingga kemampuan beradaptasi menjadi kebutuhan yang tak terelakkan bagi generasi muda.
Merespons kondisi tersebut, sebuah lembaga pendidikan bahasa Inggris di Kediri membuka tiga program beasiswa pada 2026. Program ini dibuka mulai 26 Januari hingga 30 Maret 2026 dan menyasar generasi muda serta santri yang ingin meningkatkan kompetensi bahasa Inggris dan keterampilan pendukung lainnya.
Co Founder Global English, Agus Tri Winarso, menilai tantangan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya menuntut keunggulan akademik. Menurutnya, generasi muda juga harus memiliki mental kepemimpinan dan kesiapan beradaptasi dengan perubahan global.
“Kebutuhan ke depan bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, dan kesiapan bersaing di tingkat internasional,” kata Agus, Senin (26/1/2026).
Tiga skema beasiswa disiapkan dalam program tersebut, yakni Teaching Clinic (TC) 27 jalur reguler, Teaching Clinic (TC) 27 jalur santri, serta Scholarship Camp (SC) 8. Masing-masing program dirancang dengan fokus pengembangan yang berbeda sesuai kebutuhan peserta.
Program Teaching Clinic 27 dirancang sebagai pendidikan intensif selama 10 bulan. Selain penguatan bahasa Inggris, peserta juga mendapatkan pembekalan kepemimpinan, kewirausahaan, public speaking, serta persiapan tes TOEFL, termasuk fasilitas asrama dan akses pembelajaran jangka panjang.
Sementara itu, Scholarship Camp 8 difokuskan bagi peserta yang menargetkan studi ke luar negeri. Program ini berlangsung selama empat bulan dengan materi utama penguasaan IELTS, pendampingan penulisan esai beasiswa, hingga strategi memperoleh Letter of Acceptance dari perguruan tinggi tujuan.
Agus menambahkan, peserta yang menyelesaikan program tidak dibebani kewajiban pengabdian. Lulusan diberikan keleluasaan untuk menentukan langkah lanjutan, baik langsung memasuki dunia kerja maupun melanjutkan studi.
Untuk menjaring peserta, proses seleksi dilakukan secara bertahap mulai dari seleksi administrasi, tes tulis, hingga wawancara. Peserta yang lolos seleksi akhir dijadwalkan mulai mengikuti program dan menempati asrama pada 22 April 2026.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya penguatan kualitas SDM muda, khususnya di daerah, agar lebih siap menghadapi dinamika dan persaingan global.