Ramadan, Layanan Donor Darah PMI Kediri usai Buka Puasa
- 12 Mar 2026 04:47 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, kegiatan donor darah PMI Kabupaten Kediri mayoritas dilaksanakan usai berbuka puasa. Hal itu disampaikan Staf Unit Donor Darah PMI Kabupaten Kediri, Yongki Frida Efendi, Rabu, 11 Maret 2026.
“Donor darah usai buka puasa bertujuan menjaga keamanan dan kesehatan pendonor dengan menghindari risiko dehidrasi serta pusing. Karena setelah kita berbuka puasa tubuh sudah kembali terhidrasi dan mendapat asupan energi,” ujarnya.
Berdasarkan rilis dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Kediri, ketersediaan (stok) darah di saat ini berjumlah 730 kantong darah. Yaitu untuk stok darah golongan A sebanyak 131 kantong, kemudian untuk darah golongan B tersedia sebanyak 264 kantong.
Sedangkan golongan darah O terdapat 257 kantong dan golongan darah AB tersedia sebanyak 78 kantong darah. “Tujuan kami adakan kegiatan donor setelah waktu berbuka puasa selain untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah PMI selama Ramadan, juga untuk memastikan pendonor tetap bugar,” ucapnya.
Manfaat lainnya ketika donor darah dilakukan setelah buka puasa, yaitu mengurangi risiko dehidrasi karena tubuh telah kembali mendapatkan cairan. Sehingga lebih aman bagi relawan donor jika dibandingkan donor pada saat siang hari.
Alasan lain yaitu menjaga stamina, sebab asupan nutrisi setelah berbuka memberikan energi yang cukup, mencegah lemas, pusing, atau pingsan. Selain itu dengan kesehatan fisik yang tetap terjaga memungkinkan tubuh memproduksi sel darah merah baru tanpa gangguan puasa.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa donor darah dilarang bagi mereka yang mengidap penyakit menular.
Seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, PMS, punya riwayat penyakit kronis seperti kanker, diabetes, penyakit jantung/paru berat, juga bagi yang sakit demam, flu, infeksi. “Selain itu bagi orang yang memiliki riwayat Diabetes juga tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah,” kata Yongk.
Menurutnya, Diabetes yang tidak terkontrol bisa memicu berbagai dampak bagi kesehatan tubuh seseorang atau pendonor.