Ramadan Kunjungan Masyarakat Kediri ke Faskes Meningkat
- 12 Mar 2026 19:47 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - kunjungan masyarakat di Kabupaten Kedeiri ke fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat Pertama (FKTP) terjadi peningkatan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Seperti yang terjadi pada Puskesmas Puhjarak, Kecamatan Plemahan, kunjungan pasien rawat jalan sekitar 200 orang per hari.
Kepala Puskesmas Puhjarak, dr. Dewi Retno Purnamawati, Kamis, 12 Maret 2026 menjelaskan pengalaman di tahun sebelumnya, kunjungan masyarakat ke Puskesmas pada bulan Ramadan cenderung turun. Namun pada tahun ini terjadi peningkatan, yang dimungkinkan karena kesadaran masyarakat untuk berobat lebih tinggi.
“Dulu itu kalau sudah sakit seminggu baru berobat ke Puskesmas, kalau sekarang sakit sehari atau dua hari sudah berobat. Jadi kesadaran masyarakat sudah meningkat, itu juga pengaruh adanya Posyandu ILP, jadi rujukan dari Posyandu, Pustu, Polindes, juga meningkatkan rujukan,” ujarnya.
Ia menambahkan selama bulan Ramadan pelayanan Puskesmas Puhjarak tetap buka pada pagi dan sore hari untuk pasien rawat jalan, serta layanan rawat inap 24 jam. Sejak dibuka pelayanan IGD dan Rawat inap 24 jam masyarakat banyak yang berobat, bahkan dalam satu hari terdapat empat hingga lima pasien yang rawat inap dengan keluhan rata-rata demam dan muntah.
Sementara Delta, Petugas Jaga IGD dan Rawat Inap Puskesmas Puhjarak, Kabupaten Kediri mengatakan terdapat tiga tim tenaga kesehatran (nakes) yang standby selama 24 jam. Dengan jadwal jaga pagi, sore dan malam hari yang terdiri dari satu dokter, satu bidan dan satu perawat.
“Yang banyak saat ini rata-rata pasien dengan mual muntah dan diare, itu paling banyak sekarang. Rata-rata pasien menginap tiga sampai empat hari, jika sudah tidak ada keluhan maka diperbolehkan pulang oleh dokter, antusias masyarakat untuk berobat kesini meningkat,” ucapnya.
Dewi Retno Purnamawati menambahkan selama bulan Ramadan terdapat banyak manfaat kesehatan yang didapatkan oleh masyarakat, terutama yang memiliki penyakit tertentu. Seperti pada pasien dengan tensi tinggi, dengan adanya puasa cenderung menurun atau stabil, serta pada pasien dengan gula darah tinggi, maka saat berpuasa berdampak positif gula darah cenderung stabil.