Manfaat Konsumsi Wedang Kayu Putih saat Cuaca Ekstrem

  • 28 Feb 2026 18:35 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Saat cuaca ekstrem, setiap orang memerlukan banyak mengonsumsi beragam makanan dan minuman penambah imun tubuh.

Kondisi ini tampak dari kreativitas warga Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, bernama Sukaji.

Dari cerita Sukaji, upaya menghadirkan Wedang (Minuman) Kayu Putih dilatarbelakangi dari pengalaman di rumahnya."Saat itu, saya coba memanfaatkan limbah daun kayu putih milik Perhutani di wilayah Jatirejo," kata Sukaji, pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Pria dengan kreativitas tinggi ini mengatakan, Wedang Kayu Putih dibuatnya dari dedaunan minyqk Kayu Putih yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Lalu, ia coba mengolahnya menjadi minuman herbal sederhana.

"Selama ini, berhasil minyak Kayu Putih memang dianggap limbah, sehingga cenderung terabaikan. Namun, perlahan saya coba berinovasi dan kayu putih itu saya dijadikan minuman," kata Sukaji.

Sejak awal, Sukaji meyakini, dengan berbagai eksperimen yang dilakukan tersebut, maka Wedang Kayu Putih berkhasiat untuk menyegarkan dan menghangatkan tubuh.

Apalagi, pada cuaca ekstrem seperti sekarang, yang mana kondisi perubahan suhu bisa datang tiba-tiba. Oleh karena itu. Wedang Kayu Putih dipercaya bisa menangkap dampak buruk dari perbedaan temperatur tersebut.

"Untuk membuatnya, hal inj sangat simpel yakni dalam satu gelas wedang kayu putih dibutuhkan sekitar lima lembar daun kayu putih muda. Racikan tersebut kemudian dipadukan dengan daun lemon untuk menambah aroma segar alami," ucap Sukaji.

Masih dikatakan Sukaji, dalam prosesnya, memang bahan baku daun kayu putih tidak bisa dipetik sembarangan. Ia harus menunggu sekitar enam bulan hingga daun tumbuh cukup dan siap dipanen.

"Dari kecil sampai bisa dipakai kurang lebih enam bulan. Harus daun yang masih muda dan segar supaya rasanya enak," katanya.

Adapun tahapan pembuatannya, lanjut Sukaji, daun kayu putih dan daun lemon dimasukkan ke dalam gelas. Lalu disiram air panas dan setelah itu, gelas ditutup agar uap dan aroma tidak hilang.

"Setelah dimasukkan air panas, harus ditutup supaya aromanya tetap. Bisa disaring, bisa juga tidak, tapi jikalau tidak disaring, aromanya justru lebih terasa," ujarnya.

Pada dua tahun terakhir, wedang kayu putih buatannya mulai dikenal warga sekitar. Minuman ini kerap disajikan sebagai penghangat tubuh, terutama saat cuaca dingin di wilayah lereng Gunung Wilis.

Ia berharap, kreasi Wedang Kayu Putih ini dapat terus dikembangkan, serta memberi nilai tambah bagi pemanfaatan limbah daun kayu putih di desanya. Harapannya, dapat membuka peluang jika ke depan wedang kayu putih tersebut bisa diproduksi lebih luas sebagai minuman khas Dusun Sumber Bahagia.

Salah satu penikmat Wedang Kayu Putih, Arsyad mengatakan, saat mencicipi minuman herbal ini tubuhnya terasa hangat."Waktu pertama coba, sempat merasakan ada perpaduan rasa enak dan segar. Luar biasa ini, sangat hangat di tubuh dan cocok dikonsumsi saat musim penghujan sekarang," kata Arsyad.

Arsyad berharap, minuman herbal ini dapat diproduksi di daerah lain, sehingga manfaatnya bisa lebih dirasakan secsra luas.

Rekomendasi Berita