Pertahankan Resep Keluarga, Kue Kering Yunie Terbang hingga ke Jepang
- 07 Mar 2026 23:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Berbekal resep turun-temurun dari keluarga, pengrajin kue kering khas Lebaran di Kediri mengalami banjir pesanan. Kondisi ini tampak di rumah usaha kue kering milik Yunie Dwi Prastiwi (52), di Jalan Adi Sucipto 153B Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri.
Saat ditemui Sabtu, 7 Maret 2026, Yunie menceritakan, bahwa momentum Bulan Puasa Ramadan dan Lebaran telah memberikan berkah tersendiri bagi usaha kecilnya. Padahal beberapa waktu lalu, Yunie sempat memutuskan berhenti membuat kue, tapi sejak akhir tahun 2025 ia kembali berproduksi dengan dalih ingin ada kesibukan.
Namun, ia sengaja tidak memilih aktivitas yang terlalu berat, seperti membuat kue kering. Dari niat itulah, perempuan dengan lima orang anak itu, berupaya merintis bisnisnya lagi.
Awalnya, dulu sewaktu Yunie kecil, ia sering membantu ibunya yang juga berjualan kue kering, dan kerupuk. "Mungkin karena dulu keseringan membantu ibu bikin kue kering, maka saya hafal resep kue buatan ibu dan sekarang saya praktekkan," kata Yunie.
Dengan kerja kerasnya, hingga kini Yuni mengaku, pemasaran kue buatannya telah merambah pasar dalam Kediri, dan luar daerah. Seperti ke Sidoarjo, Surabaya, dan Makassar. Bahkan sempat, Yunie mendapat pesanan dari kenalan anaknya, yang minta dibuatkan kue untuk dibawa ke Jepang.
Pada waktu itu, singkat cerita, anak kandung Yunie punya teman dan diajak main rumah. Setelah mencoba tester kue, dan dibawa pulang, ternyata kakak teman anak kandungnya pesan 4-5 Kilogram.
"Pesannya saat itu ada beberapa varian langsung dan katanya mau dibawa ke Jepang. Yang dibeli itu, Kue Nastar, Kastengel, Sagu keju, Semprit sama Putri Salju," kata Yunie.
Tak hanya itu, jika dilihat dari keseluruhan pesanan, Yunie mencatat, sampai sekarang terjadi lonjakan. Apalagi, jika dalam hari biasa ia sering memproduksi satu hingga dua Kilogram per hari, tapi dengan adanya momentum Lebaran tahun 2026 (1447 H) hal ini meningkat menjadi empat hingga lima Kilohram per hari.
Adapun dengan tangan dingin Yuni, maka sampai sekarang kue kering yang diberi brand Anggraini Cookies itu, sudah memiliki banyak jenis. Mulai dari Nastar Klasik, Nastar Keju, Kastengel, Sagu Keju, serta ada Choco Chip, Putri Salju, Kue Kacang dan lainnya.
"Kini dengan makin bertambahnya pesanan konsumen, alhamdulillah saya juga mendapat bantuan tenaga dari anak dan keponakan. Dengan begitu, saya bisa menyelesaikan order pembeli sesuai target," katanya.
Mengenai omzet, lanjut Yuni, pihaknya juga tidak menyangka bisa meraup angka fantastis, dari bulan normal hanya Rp10 juta maka sekarang bisa meningkat menjadi Rp25 juta. Padahal, usaha ini berdiri dengan modal seadanya, yakni hanya ingin ada kesibukan di rumah tetapi bisa menghasilkan pendapatan bagi keluarga.
Dengan demikian, Yunie berpesan, kepada generasi muda agar tidak mudah putus asa dalam berusaha. Sebab, jika sebuah proses sudah dijalani dengan ikhlas dan ditambah doa kepada Sang Khalik, maka diyakini hasil yang akan didapat pada masa mendatang bisa menjadi berkah.