85 Tahun, Mbah Sarmi Masih Jualan Jenang Sambel
- 13 Mar 2026 10:52 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Memasuki usianya yang ke 85 tahun, Mbah Sarmi, warga Dusun Kendaldoyong, Desa banajrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timutr masih tetap berjualan jenang sambel yang sudah cukup melegenda. Pelanggannya pun masih banyak yang berdatangan terutama ketika memasuki waktu sahur di bulan suci ramadan 1447 H.
“Sudah lima tahun ini Mbah Sarmi memang hanya berjualan ketika bulan puasa saja karena usia sudah semakin tua,” kata Aviana Damayanti (25), cucu dari Mbah Sarmi, Jum’at, 13 Maret 2026. “Alhamdulillah, pelanggan-pelanggan lama Mbah Sarmi masih banyak yang mencari dan pesan jenang sambel. Ada yang dari Tulungagung, ada juga yang dari Nganjuk.”
Sementara itu, menurut Limbang Wardhani (43), warga Bantul, DIY Yogyakarta, belum ada yang menyamai jenang sambel buatan Mbah Sarmi sampai saat ini. “Dari saya kecil sampai sekarang rasa jenang sambelnya khas,” ujar Dhani, sapaan akrab pria kelahiran Kediri ini. “Dulu jualan setiap pagi tidak cuma pas puasa saja. Kalau mau sekolah, sarapannya jenang sambel.”
Sejak tahun 80-an, Mbah Sarmi sudah mulai berjualan jenang sambel yang terbuat dari bubur sumsum dengan kuah sambal tumpang khas Kediri dan lauk peyek kacang kedelai. Selain itu, Mbah Sarmi turut menyediakan jenang juruh dengan bahan yang hampir sama yakni bubur sumsum dengan kuah gula aren manis sebagai makanan pendamping jenang sambel.
“Rata-rata yang datang pelanggan lama yang ingin bernostalgia masa lalu dengan jenang sambel Mbah Sarmi. Semoga si mbah sehat terus dan panjang umur,” ucap Dhani seraya berharap bisa terus mengenang masa kecilnya di Kediri dengan hidangan khas jenang sambel yang belum pernah tergantikan.