Legundi di Rote Ndao, Tanaman Pesisir Bernilai Ekonomis

  • 16 Feb 2026 14:18 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pohon legundi bukan sekadar tanaman pesisir yang tumbuh liar. Bagi masyarakat setempat, buahnya dipanen, dikeringkan, lalu dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.

Legundi menjadi salah satu sumber penghasilan alternatif di tengah kondisi alam yang kering dan tidak selalu ramah bagi pertanian. Pemanfaatannya menunjukkan bagaimana masyarakat mampu beradaptasi dengan potensi hayati lokal yang tersedia.

Legundi dikenal sebagai tanaman yang tahan terhadap lingkungan pesisir dan cuaca ekstrem. Kemampuannya tumbuh di tanah berpasir menjadikannya cocok dikembangkan di wilayah kepulauan dengan sumber air terbatas.

Menurut informasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengenai tanaman legundi (Vitex trifolia), tanaman ini memiliki nilai ekonomi dan manfaat tradisional yang telah lama dimanfaatkan masyarakat, baik sebagai komoditas lokal maupun bahan herbal. Hal tersebut memperkuat posisi legundi sebagai sumber daya hayati yang potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Proses pengeringan buah legundi dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan sinar matahari. Cara ini menjaga kualitas hasil panen sekaligus mengurangi biaya produksi.

Selain nilai ekonomi, legundi juga memiliki nilai budaya karena telah menjadi bagian dari praktik hidup masyarakat pesisir sejak lama. Pengetahuan lokal tentang cara memanen dan mengolahnya diwariskan dari generasi ke generasi.

Kisah legundi di Rote Ndao menunjukkan bahwa kekayaan hayati lokal sering kali menyimpan peluang yang besar meski belum banyak dikenal luas. Tanaman yang terlihat sederhana bisa menjadi sumber penghidupan ketika dikelola dengan tepat.

Pengembangan potensi tanaman lokal seperti legundi juga dapat mendukung ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Dengan perhatian yang lebih besar, sumber daya alam lokal dapat menjadi solusi berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Rekomendasi Berita