Filosofi Ekologis Tersembunyi di Balik Permainan Tradisional Nusantara
- 17 Feb 2026 20:36 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menyimpan nilai edukasi yang berkaitan dengan kesadaran ekologis dan hubungan manusia dengan alam. Melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan lingkungan sekitar, permainan ini mengajarkan nilai keberlanjutan secara alami dan menyenangkan.
Salah satu contoh terlihat pada permainan congklak atau dakon yang menggunakan biji-bijian sebagai media utama, mencerminkan filosofi keseimbangan dan pengelolaan sumber daya secara bijak. Pola permainan yang menuntut strategi juga mengajarkan pentingnya tidak serakah serta memahami siklus berbagi dalam kehidupan.
Permainan lompat tali karet menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan benda sederhana yang sering dianggap tidak terpakai. Tali yang dirangkai dari karet gelang bekas menjadi simbol bagaimana masyarakat mampu memberi nilai baru pada material sederhana tanpa menghasilkan banyak limbah.
Permainan layangan juga menyimpan filosofi ekologis karena pemain harus memahami arah angin, cuaca, serta kondisi langit agar layang-layang dapat terbang dengan baik. Aktivitas ini secara tidak langsung melatih kepekaan membaca tanda-tanda alam dan membangun hubungan yang lebih sadar terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, permainan tradisional seperti petak umpet, egrang, atau gobak sodor umumnya dilakukan di ruang terbuka sehingga mendorong anak-anak berinteraksi langsung dengan lingkungan alam. Aktivitas fisik di halaman atau lapangan terbuka membantu menumbuhkan kedekatan emosional dengan alam sekaligus mengurangi ketergantungan pada perangkat digital.
Menurut kajian budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, permainan tradisional mencerminkan kearifan lokal yang berkembang dari pengalaman masyarakat hidup berdampingan dengan alam. Nilai-nilai tersebut menjadi bentuk pendidikan ekologis informal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kembalinya minat pada permainan tradisional dapat menjadi langkah kecil menuju gaya hidup berkelanjutan, termasuk membiasakan penggunaan material sederhana dan minim sampah. Dengan kembali bermain di ruang terbuka, masyarakat tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan serta gaya hidup rendah jejak karbon sejak dini.