Dari Parcel ke Hampers Tren Berbagi Lebaran

  • 10 Mar 2026 22:50 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Menjelang perayaan Idulfitri, kebiasaan berbagi hampers atau bingkisan Lebaran semakin marak di tengah masyarakat. Hampers kini tidak hanya menjadi hadiah biasa, tetapi juga cara untuk menyampaikan perhatian serta mempererat silaturahmi dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Tradisi berbagi bingkisan sebenarnya telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Pada masa sebelumnya, masyarakat lebih familiar dengan istilah parcel yang identik dengan isi berupa kue kering, sirup, atau berbagai bahan makanan yang disiapkan menjelang hari raya.

Seiring perkembangan zaman, konsep parcel kemudian berkembang menjadi hampers dengan tampilan yang lebih modern dan eksklusif. Kemasan yang menarik serta pilihan isi yang lebih beragam menjadikan hampers semakin diminati masyarakat.

Saat ini isi hampers tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman. Banyak paket hampers yang berisi produk kecantikan, perlengkapan rumah tangga, kopi premium, hingga barang bermerek yang memiliki nilai cukup tinggi.

Di kalangan masyarakat perkotaan, hampers juga mulai dipandang sebagai bagian dari gaya hidup saat merayakan Lebaran. Banyak perusahaan maupun individu memanfaatkan hampers sebagai bentuk apresiasi kepada relasi, klien, atau karyawan.

Tren hampers Lebaran juga membawa dampak positif bagi sektor usaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Momentum hari raya dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan berbagai produk lokal melalui paket hampers yang dikemas secara kreatif.

Meski bentuknya terus berkembang mengikuti zaman, makna utama dari berbagi hampers tetap sama, yakni menyebarkan kebahagiaan dan memperkuat hubungan sosial. Di tengah suasana Lebaran, tradisi berbagi ini menjadi simbol kebersamaan yang terus hidup di masyarakat.

Rekomendasi Berita