Membaca Buku Kembali Jadi Pilihan Me Time
- 04 Feb 2026 08:37 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Di tengah dominasi gawai dan media sosial, membaca buku perlahan kembali diminati sebagai aktivitas me time. Banyak orang mulai menyadari bahwa membaca memberi ruang jeda dari hiruk pikuk digital, sekaligus menghadirkan ketenangan dan kepuasan batin yang sulit didapat dari layar ponsel.
Psikolog klinis Anita Rahmawati, M.Psi, dari Pusat Layanan Psikologi Universitas Gadjah Mada, menyebutkan bahwa membaca buku memiliki efek terapeutik. “Membaca dapat menurunkan tingkat stres, meningkatkan empati, dan membantu seseorang lebih fokus pada dirinya sendiri. Aktivitas ini sangat cocok dijadikan me time yang sehat,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa 6 Agustus 2025.
Selain manfaat psikologis, membaca buku juga memberi kebebasan bagi pembaca untuk menikmati cerita sesuai imajinasi masing-masing. Berbeda dengan konten digital yang serba cepat, membaca buku mengajak seseorang untuk lebih sabar, reflektif, dan menikmati proses, sehingga banyak anak muda mulai kembali meluangkan waktu khusus untuk membaca.
Ketua Komunitas Baca Senja Kendari, Rizky Ananda, mengungkapkan minat membaca meningkat sejak beberapa tahun terakhir. “Kami melihat tren me time dengan buku makin digemari, terutama di kalangan usia 20–30 tahun. Banyak yang menjadikan membaca sebagai cara menyembuhkan lelah mental setelah bekerja,” tuturnya.
Kembalinya minat membaca sebagai pilihan me time menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental. Dengan menyediakan waktu khusus untuk membaca, diharapkan kebiasaan ini tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi berkembang menjadi gaya hidup yang berkelanjutan dan memperkuat budaya literasi.