Sukun sebagai Pangan Lokal Kaya Karbohidrat
- 30 Jan 2026 17:59 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Nusantara sejak lama dikenal memiliki kekayaan pangan lokal yang tumbuh subur di berbagai wilayah. Salah satu yang kerap dijumpai namun belum dimanfaatkan maksimal adalah sukun, buah tropis yang dapat diolah menjadi sumber karbohidrat.
Sukun tumbuh pada pohon besar yang kuat dan tahan terhadap iklim panas. Di banyak daerah, pohon sukun menjadi bagian dari lanskap pekarangan rumah, kebun warga, hingga lingkungan pesisir yang tanahnya relatif lembap.
Dalam tradisi pangan masyarakat, sukun diolah dengan cara yang sederhana dan akrab di dapur rumahan. Buah ini dapat dikukus, digoreng, atau dipanggang, lalu dikonsumsi sebagai pengganjal lapar dan pengganti makanan pokok.
Seiring perkembangan pengolahan pangan, sukun juga dapat diolah menjadi tepung. Tepung sukun kemudian digunakan sebagai bahan campuran pembuatan kue, roti, dan makanan olahan lain, sehingga membuka peluang pemanfaatan yang lebih luas.
Kandungan karbohidrat pada sukun menjadikannya salah satu sumber energi yang potensial. Selain itu, sukun dapat mendukung variasi menu rumah tangga karena fleksibel dipadukan dengan bahan pangan lain.
Budidaya sukun relatif mudah karena tidak membutuhkan perlakuan rumit. Tanaman ini dapat tumbuh baik di lingkungan tropis dan menghasilkan buah dalam jumlah banyak pada musimnya.
Pemanfaatan sukun sebagai sumber karbohidrat dan bahan pangan alternatif dijelaskan dalam buku Buah Leluhur dari Pohon Kehidupan: Memanggil Pulang Sukun ke Nusantara, yang menekankan bahwa sukun merupakan bagian dari kekayaan pangan Nusantara yang dapat diolah menjadi berbagai produk pangan untuk diversifikasi konsumsi.
Melalui penguatan pemanfaatan sukun, masyarakat dapat memperluas pilihan sumber karbohidrat berbasis tanaman lokal. Upaya ini juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mengangkat kembali pangan tradisional agar tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi.