Batagor Puncaki Daftar Gorengan Terbaik Asia Tenggara
- 19 Feb 2026 09:49 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Batagor kini resmi menyandang predikat sebagai gorengan terenak di Asia Tenggara versi Taste Atlas 2026. Pengunguman tersebut dirilis pada awal tahun 2026 oleh Taste Atlaws, ensiklopedia kuliner dunia yang berbasis di Kroasia. Dalam daftar tersebut, batagor berhasil menempati posisi pertama, mengungguli berbagai jajanan populer dari negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Karipap asal Malaysia dan lumpisng Shanghai dan Filipina. Tak hanya itu, sejumlah kuliner Indonesia juga mendominasi kategori gorengan terbaik versi Taste Atlas tahun ini.
Taste Atlas sendiri dikenal sebagai platform yang memetakan makanan tradisional, resep khas daerah, hingga rekomendasi restoran autentik dari berbagai belahan dunia. Laman ini kerap menjadi rujukan dalam penilaian dan survei kuliner global.
Terpilihnya batagor sebagai yang terbaik tentu menjadi kebanggan tersendiri, khususnya bagi masyarakat Bandung sebagai kota kelahirannya. Selama ini, batagor identik sebagai makanan khas Bandung yang lahir dari kreativitas sederhana.
Berdasarkan berbagai sumber, pencetus batagor adalah seorang pedagang kaki lima bernama Haji Isan. Ia merupakan perantau asal Purwokerto, Jawa Tengah, yang awalnya berjualan bakso keliling setelah kesulitan mendeapatkan pekerjaan.
Sekitar tahun 1968 di Bandung, Haji Isan menghadapi persoalan dagangan yang kerap tersisa. Alih-alih membuang bakso tahu kukus yang tidak habis terjual, ia mencoba menggorengnya dan membagikannya kepada tetangga. Tak disangka, tekstur renyah dibagian luar dan kenyal didalam membuat olahan tersebut digemari.
Melihat respons positif itu, Haji Isan mulai menjual bakso tahu goreng secara khusus. Nama "batagor" pun muncul sebagai singkatan bakso tahu goreng. Pada kisaran 1970-1980-an, ia mengembangkan usahanya dari rumah kontrakan di Gang Situ Saeur, Bandung, yang kemudian menjadi cikal bakal merek batagor legendaris.