RRI.CO.ID, Kendari - Es buah dikenal sebagai salah satu minuman segar yang populer di Indonesia, terutama saat cuaca panas dan bulan Ramadan. Minuman ini umumnya terdiri dari potongan berbagai buah segar yang disajikan dengan es batu, sirup, dan terkadang susu kental manis. Kehadiran es buah tidak lepas dari budaya kuliner masyarakat tropis yang membutuhkan minuman penyegar tubuh.
Sejumlah catatan kuliner menyebutkan bahwa es buah berkembang dari tradisi minuman dingin masyarakat Nusantara yang telah ada sejak lama. Konsep mencampurkan buah, air, dan pemanis diyakini muncul seiring masuknya es batu ke Indonesia pada masa kolonial Belanda, ketika teknologi pendinginan mulai dikenal dan digunakan secara terbatas (Direktorat Jenderal Kebudayaan, 2019).
Es buah juga kerap disamakan dengan es campur, meskipun keduanya memiliki perbedaan. Es campur biasanya menggunakan lebih banyak bahan tambahan seperti agar-agar, cincau, dan kelapa muda, sementara es buah lebih menonjolkan kesegaran potongan buah. Kedua minuman ini berkembang sebagai jajanan rakyat yang mudah dibuat, terjangkau, dan disukai berbagai kalangan (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).
Hingga kini, es buah tetap menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia dan sering dijumpai di pasar tradisional, pedagang kaki lima, hingga sajian berbuka puasa. Variasi bahan dan penyajian terus berkembang mengikuti selera masyarakat, namun es buah tetap mempertahankan cirinya sebagai minuman segar berbahan dasar buah lokal yang mudah diperoleh.