Menkes: Paparan Medsos Berlebih Picu Gangguan Mental Anak

  • 12 Mar 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperingatkan dampak serius penggunaan media sosial berlebihan terhadap kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia. Data dari program cek kesehatan gratis menunjukkan hampir 10 persen anak yang diperiksa memiliki indikasi masalah kesehatan jiwa.

“Data kepentingan kesehatan melalui program cek kesehatan gratis menunjukkan hampir 10 persen anak yang diperiksa memiliki indikasi masalah kesehatan jiwa. Dengan ratusan ribu anak mengalami kecemasan dan depresi,” ujarnya dalam relis video diterima rri.co.id, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Menkes, kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi semua pihak. “Ini adalah alarm yang serius bagi kita semua,” kata Menteri Kesehatan.

Ia menjelaskan, paparan layar yang berlebihan dapat memicu kecanduan digital pada anak. “Paparan layar yang berlebihan mampu memicu kecanduan digital yang mengakibatkan terganggunya perkembangan kognitif, menurunkan aktivitas fisik hingga kualitas tidur pada anak-anak,” ujarnya.

Karena itu, Kementerian Kesehatan menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan PPP Tunas dan Permen Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026. “Kami menyampaikan dukungan penuh terhadap penerapan PPP Tunas dan Permen Kom Digi Nomor 9 tahun 2026 sebagai langkah nyata kehadiran negara dalam melindungi anak-anak di ruang digital,” katanya.

Ia menegaskan regulasi tersebut bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, tetapi untuk menciptakan batasan yang aman. “Regulasi ini hadir bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan untuk menciptakan batasan yang aman,” ujarnya.

Menurutnya, dengan meminimalkan dampak buruk dunia digital, anak-anak tetap dapat memanfaatkan teknologi secara sehat. “Melindungi kesehatan anak hari ini berarti menjaga masa depan anak cucu,” kata Menteri Kesehatan.

Rekomendasi Berita