Aliansi Lawan Demam Berdarah Resmi Diluncurkan di Indonesia

  • 13 Mar 2026 06:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Takeda, IFRC, dan PMI meluncurkan aliansi United Against Dengue untuk memperkuat pencegahan demam berdarah. Kolaborasi ini menekankan kemitraan lintas sektor guna meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi ancaman dengue.

Peluncuran ini menindaklanjuti kemitraan regional United Against Dengue yang diluncurkan pada Juni 2025. Indonesia menjadi negara pertama yang mengaktifkan inisiatif tersebut di tingkat nasional berbasis komunitas.

“Takeda berkomitmen melawan DBD. Melalui kemitraan publik dan swasta mendukung target nol kematian dengue 2030,” ujar Andreas Gutknecht, Jumat, 13 Maret 2026.

DBD masih menjadi ancaman kesehatan global. WHO mencatat 14,6 juta kasus dan 12.000 kematian pada 2024. Di Indonesia, BPJS Kesehatan mencatat 1.055.255 kasus rawat inap dengue sepanjang 2024.

Beban ekonomi akibat dengue diperkirakan mencapai hampir Rp3 triliun. Aliansi United Against Dengue memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, serta intervensi berbasis masyarakat.

Program ini mengedepankan kolaborasi multisektor, pendekatan berbasis bukti, serta inovasi menekan penularan dengue. IFRC bersama mitra menghubungkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran publik serta kesiapsiagaan menghadapi risiko dengue. Ketua Bidang Kesehatan PMI, Prof. dr. Fachmi Idris, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak menghadapi penyakit menular.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus memperluas dampak program kesehatan. Program ini juga selaras dengan strategi nasional pengendalian dengue Kementerian Kesehatan.

PMI berperan sebagai mitra pemerintah memperkuat implementasi program kesehatan di tingkat masyarakat. Peluncuran ini dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kemenkes, Kemendagri, KLH, BMKG, WHO Indonesia, dan KOBAR.

United Against Dengue merupakan kolaborasi regional Asia-Pasifik untuk memperkuat pencegahan dan pengelolaan dengue. Inisiatif ini mendukung target WHO dan ASEAN menurunkan kematian dengue yang dapat dicegah pada 2030.

Rekomendasi Berita