Kemenkes Imbau Tunda Mudik jika Balita Bergejala Campak

  • 13 Mar 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mewaspadai penularan campak yang sangat tinggi, terutama pada anak balita menjelang mudik Lebaran. Imbauan ini disampaikan agar orang tua lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anak sebelum melakukan perjalanan jauh.

“Jika memang hendak melakukan perjalanan dengan balita yang memiliki gejala campak, sebaiknya ditunda dulu sampai anak benar-benar sembuh. Daya tular campak itu bisa mencapai 12 sampai 18 orang,” kata PLT Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Andi Saguni saat diwawancarai usai menghadiri Pelepasan Mudik Bersama Pegawai Kemenkes di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Karena itu, Kemenkes mengimbau orang tua untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak sebelum melakukan perjalanan jauh. Khususnya yang melakukan perjalanan mudik lebaran 2026.

“Orang tua harus aware terhadap kondisi balitanya. Jika ada demam, batuk, pilek, atau konjungtivitis yang mengarah ke campak, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan,” ucap Andi menutup.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan peringatan terkait meningkatnya kasus Campak dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data yang disampaikan organisasi tersebut, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi dan 69 kematian.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan situasi ini membutuhkan langkah cepat dari berbagai pihak untuk melindungi anak-anak Indonesia. Menurutnya, imunisasi merupakan hak dasar setiap anak sekaligus upaya penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

“Kami mengajak orang tua untuk tidak menunda imunisasi anak serta tetap waspada terhadap gejala penyakit campak. Hal ini dilakukan untuk penanganan dapat dilakukan sedini mungkin,” ucap Piprim.

Rekomendasi Berita