Malysk Rilis Eksperimen Dingin lewat Lagu Tundra

  • 10 Mar 2026 09:35 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Rapper muda berbakat asal Nusa Tenggara Timur, Malysk, kembali menggebrak kancah musik lokal dengan merilis single terbarunya yang bertajuk "Tundra" pada, 1 Maret 2026. Peluncuran karya segar ini diperkenalkan secara spesial melalui siaran Pro 2 RRI Kupang, Sabtu 7 Maret 2026, menandai kembalinya sang musisi dengan warna musik yang jauh lebih eksperimental.

Inspirasi judul "Tundra" ternyata lahir secara tidak sengaja dari kilasan memori masa sekolah saat Malysk sedang menyusun lirik lagu tersebut. Malysk mengungkapkan, "Kalau boleh bercerita soal rilisan ini, sebenarnya dari judulnya itu muncul karena kilasan memori pas SMP belajar IPA tentang bioma, lalu tiba-tiba kata itu muncul saja di kepala saat cari rima lirik."

Proses kreatif lagu ini memakan waktu sekitar satu bulan, mulai dari penggarapan musik yang dilakukan secara mandiri hingga tahap mixing yang dibantu oleh rekan sesama musisi. Menariknya, Malysk juga nekat mengedit sendiri video klipnya hanya dalam waktu empat hari setelah mempelajari tutorial di YouTube guna memastikan visualnya mampu merepresentasikan isi lagu.

Sebagai musisi independen, hampir seluruh proses kreatif lagu ini dikerjakan sendiri oleh Malysk. Mulai dari penulisan lirik, pembuatan musik, hingga mixing dilakukan secara mandiri, sementara proses rekaman dibantu oleh rekan di studio lokal.

Dari sisi musik, Malysk mengaku sengaja melakukan banyak eksperimen dalam single ini. Ia memadukan unsur hip hop modern dengan elemen lain seperti piano, nuansa orkestral hingga sentuhan musik ambient yang membuat lagu tersebut terdengar berbeda dari karya sebelumnya.

Lagu "Tundra" menonjolkan perpaduan unik antara elemen instrumen piano, sentuhan orkestra, hingga beat hip-hop modern yang memberikan kesan segar sekaligus "dingin" sesuai judulnya. Malysk mengakui bahwa ia tidak terlalu terpaku pada pakem teori musik, melainkan lebih mengutamakan rasa dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru dalam setiap aransemennya.

Terkait proses pemilihan judul yang unik tersebut, Malysk berbagi cerita tentang kebiasaannya yang sering merasa bingung saat harus memberi nama pada karya-karyanya. Ia menjelaskan, "Tundra itu awalnya bukan judul, hanya bagian dari lirik dan iseng saya tulis saat render project sementara supaya bisa jadi demo, tapi lama-lama saya rasa judul ini terasa simpel dan pas."

Tak hanya musiknya, video klip “Tundra” juga menjadi bagian menarik dari rilisan ini. Visual lagu tersebut sudah dapat ditonton di kanal YouTube Malysk dan menghadirkan konsep sederhana namun tetap merepresentasikan pesan lagu.

Tak berhenti di “Tundra”, Malysk juga membocorkan bahwa ia tengah menyiapkan beberapa proyek baru untuk EP mendatang. Salah satu eksperimen yang sedang digarap adalah menggabungkan unsur musik tradisional dengan produksi musik modern.

Bagi Malysk, eksplorasi tersebut bukan sekadar tren, tetapi cara untuk menjaga agar musik tradisional tetap hidup di tengah perkembangan musik masa kini. Ia ingin memastikan bahwa unsur tradisional tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi tetap mempertahankan pesan dan identitas aslinya.

“Musik tradisional itu timeless. Tidak mengikuti tren, tapi selalu ada selama ada yang merawatnya,” katanya.

Dengan rilisan “Tundra”, Malysk kembali menunjukkan bahwa musisi muda dari NTT mampu menghadirkan karya yang berani bereksperimen sekaligus tetap relevan bagi pendengar generasi sekarang. Lagu ini juga menjadi sinyal kuat bahwa skena hip hop dari timur Indonesia terus berkembang dengan warna yang semakin beragam. (AK)

Rekomendasi Berita