Malysk Dorong Inovasi Karya pada Peringatan Hari Musik Nasional
- 10 Mar 2026 13:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Momentum Hari Musik Nasional yang diperingati setiap 9 Maret, menjadi refleksi penting bagi para musisi tanah air, termasuk bagi rapper muda asal Nusa Tenggara Timur, Malysk. Dalam sesi wawancara di studio Radio Republik Indonesia Pro 2 Kupang pada, Sabtu 7 Maret 2026, Malysk berbagi cerita tentang perjalanan karya terbarunya sekaligus harapan bagi perkembangan musik Indonesia.
Di momen Hari Musik Nasional, Malysk juga menyampaikan pesan kepada para pendengar agar lebih menghargai karya para musisi dengan mendengarkan musik melalui platform resmi dan legal. Ia berharap musik tidak hanya sekadar didengar sekali lalu dilupakan, tetapi mampu menjadi teman bagi pendengarnya dalam berbagai situasi kehidupan.
“Harapan saya sederhana, semoga lagu-lagu yang saya buat bisa menemani orang dalam berbagai momen. Musik itu bukan hanya hiburan, tapi juga teman,” ucapnya.
Keinginan Malysk di Hari Musik Nasional tahun ini adalah agar musisi muda NTT tidak hanya mengekor tren luar, tetapi berani menggali potensi lokal. Ia membocorkan bahwa dalam EP terbarunya nanti, ia melakukan riset mendalam untuk memadukan hip-hop dengan instrumen tradisional NTT agar musik daerah tetap timeless dan bisa dinikmati generasi modern.
"Musik tradisional itu timeless, tidak ikut tren. Apa yang bisa saya maksimalkan dari diri saya untuk mempertahankannya, ya saya maksimalkan di situ tanpa harus menghilangkan poin aslinya," ucapnya dengan penuh keyakinan.
Menanggapi pertanyaan penggemar mengenai identitas musiknya, Malysk menegaskan bahwa kunci utama dalam bermusik adalah kejujuran.
Ia tidak ingin terjebak dalam label atau "kiblat" tertentu, melainkan ingin dikenal sebagai musisi yang terus berevolusi melalui eksperimen bunyi yang unik. Sebagai musisi independen, Malysk memegang kendali penuh atas karyanya.
Mulai dari penulisan lirik, produksi musik, hingga penyuntingan video klip dilakukan secara mandiri. Hebatnya, ia hanya membutuhkan waktu empat hari untuk mempelajari teknik editing video demi memberikan visual yang segar bagi para pendengarnya.
Baginya, keterbatasan alat bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang estetik dan berkarakter. (AK)