Tak Banyak Tahu, Ini Asal Usul Meme

  • 11 Mar 2026 08:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Di era media sosial, kata meme menjadi istilah yang sangat akrab di telinga masyarakat. Hampir setiap hari pengguna internet melihat gambar, video, atau potongan kalimat lucu yang cepat menyebar dan menjadi viral. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa istilah meme sebenarnya berasal dari dunia ilmu pengetahuan, jauh sebelum munculnya internet dan media sosial.

Istilah meme pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan asal Inggris, Richard Dawkins, dalam bukunya yang berjudul The Selfish Gene yang terbit pada tahun 1976. Dalam buku tersebut, Dawkins menggunakan kata meme untuk menjelaskan bagaimana ide, kebiasaan, atau unsur budaya dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui proses peniruan, mirip seperti gen yang menurunkan sifat biologis.

Kata meme sendiri diambil dari bahasa Yunani “mimema” yang berarti sesuatu yang ditiru. Dawkins menilai bahwa banyak aspek budaya manusia menyebar dengan cara yang sama seperti gen, yakni melalui proses reproduksi sosial. Contohnya adalah lagu yang mudah diingat, gaya berpakaian, slogan populer, hingga kebiasaan tertentu dalam masyarakat.

Seiring berkembangnya teknologi internet pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, makna meme mengalami pergeseran. Istilah ini kemudian lebih sering digunakan untuk menggambarkan konten lucu atau menarik yang menyebar secara cepat di dunia maya. Biasanya meme berbentuk gambar dengan tulisan singkat, potongan video, animasi GIF, atau template yang bisa dimodifikasi oleh banyak pengguna.

Salah satu meme internet paling awal yang pernah viral adalah Dancing Baby pada tahun 1996. Animasi bayi yang menari tersebut menyebar melalui email dan berbagai situs web pada masa awal internet, bahkan sempat muncul dalam beberapa program televisi dan menjadi fenomena global.

Kini, penyebaran meme semakin cepat berkat kehadiran berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter. Konten sederhana yang lucu atau relevan dengan kehidupan sehari-hari dapat dengan mudah menjadi viral hanya dalam hitungan jam.

Fenomena ini menunjukkan bahwa konsep yang awalnya berasal dari teori ilmiah kini telah berkembang menjadi bagian penting dari budaya digital. Meme bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi cara baru bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, humor, hingga komentar sosial dalam bentuk yang singkat dan mudah dipahami.(TP)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita