Pasola Sumba Tradisi Sakral Pemersatu Masyarakat Adat
- 10 Feb 2026 09:41 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Sumba -Tradisi Pasola kembali digelar oleh masyarakat adat Sumba sebagai bagian dari ritual sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun. Upacara adat ini menjadi salah satu warisan budaya paling khas di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang hingga kini tetap dijaga dan dilaksanakan dengan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.
Pasola tidak hanya dikenal sebagai atraksi budaya yang menampilkan keberanian para penunggang kuda, tetapi juga sarat makna spiritual. Tradisi ini merupakan wujud penghormatan kepada leluhur serta bentuk doa masyarakat adat agar tercipta keseimbangan alam, keselamatan bersama, dan kesuburan tanah bagi kehidupan pertanian.
Ritual Pasola diawali dengan serangkaian prosesi adat yang dipimpin oleh para tokoh adat. Penentuan waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan perhitungan adat dan tanda-tanda alam yang dipercaya sebagai petunjuk dari leluhur. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya nilai spiritual yang melekat dalam tradisi tersebut.
Di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, Pasola tetap dijaga nilai dan kesakralannya oleh masyarakat Sumba. Tokoh adat memegang peran penting dalam memastikan bahwa pelaksanaan Pasola tidak bergeser dari makna aslinya, meskipun kini menarik perhatian wisatawan dan masyarakat luas.
Pelaksanaan Pasola Lamboya yang digelar hari ini, Selasa, 10 Februari 2026, menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Sumba Barat khususnya dalam melestarikan identitas budaya mereka. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol keberanian dan kehormatan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
Melalui Pasola, masyarakat Sumba menunjukkan bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian hidup yang terus relevan hingga kini. Nilai persatuan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur menjadi pesan utama yang diwariskan dari generasi ke generasi.