Desy Fatmasari Pohan, Inspirasi Mahasiswi Berprestasi dari Aceh
- 06 Mar 2026 23:49 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lokseumawe - Di tengah kesibukan perkuliahan, organisasi, penelitian, hingga perlombaan tingkat nasional, nama Desy Fatmasari Pohan muncul sebagai salah satu mahasiswi inspiratif di Aceh.
Mahasiswi Program Studi Administrasi Publik Universitas Malikussaleh ini membuktikan bahwa kerja keras dan tekad kuat mampu melahirkan prestasi gemilang.
Memasuki semester tujuh, Desy berhasil meraih dua pencapaian membanggakan sekaligus, yakni sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) I Universitas Malikussaleh 2025 dan peringkat III Mahasiswa Berprestasi tingkat Provinsi Aceh 2025. Prestasi tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh disiplin dan ketekunan.
Perempuan asal Kabupaten Simalungun ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Studi Mahasiswa Creative Minority (KSMCM). Ketertarikannya pada dunia organisasi dan kompetisi bermula dari inspirasi sederhana saat melihat seorang temannya yang berprestasi dalam lomba debat.
“Dari situ saya mulai tertarik ikut lomba, aktif di organisasi, dan ikut penelitian dosen,” ujarnya.
Kesibukan tidak membuat Desy berhenti berkarya. Ia bahkan berhasil menerbitkan dua buku dengan konsep berbeda. Buku pertama berjudul Arunika, merupakan kumpulan karya puisi dari para pemenang lomba cipta puisi nasional yang diselenggarakan oleh KSMCM.
Nama Arunika sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti cahaya matahari yang baru terbit, melambangkan harapan dan semangat baru.
Sementara buku keduanya berjudul Si Gempi, sebuah komik edukatif yang lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan. Komik ini mengangkat kisah petualangan anak-anak Aceh yang memperkenalkan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan cara ringan dan mudah dipahami anak-anak.
“Inovasinya adalah menyampaikan hukum yang kompleks lewat media komik anak-anak, sehingga lebih mudah dipahami,” jelas Desy.
Mengelola berbagai aktivitas sekaligus tentu bukan perkara mudah. Namun Desy memiliki cara tersendiri untuk mengatasinya dengan menerapkan pola kerja multitasking. Ia sering memanfaatkan waktu rapat, waktu berkumpul bersama teman, hingga waktu senggang untuk menyelesaikan tugas kuliah maupun naskah lomba.
Meski begitu, Desy tetap menyisihkan waktu khusus di malam hari untuk merampungkan pekerjaan yang telah dimulai sepanjang hari.
Di balik semua pencapaian tersebut, perjalanan Desy tidak lepas dari perjuangan ekonomi keluarga. Ia merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Ayahnya bekerja sebagai sopir angkutan batu, sementara ibunya membantu berjualan dengan menusuk sate di tempat orang lain.
Keterbatasan itu justru menjadi motivasi kuat bagi Desy untuk terus berusaha mengangkat derajat keluarganya.
“Semua ini cara saya untuk menaikkan derajat orang tua,” ungkapnya.
Bagi generasi muda, Desy memiliki pesan sederhana namun bermakna memiliki target yang jelas, membangun branding diri, berani keluar dari zona nyaman, serta memiliki motivasi kuat untuk terus melangkah meski menghadapi kelelahan.
Ke depan, Desy juga tengah mempersiapkan Si Gempi jilid kedua serta berbagai kompetisi dan kegiatan baru yang ingin ia jelajahi. Baginya, perjalanan prestasi bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah panjang untuk terus berkarya dan memberi inspirasi.