FKM Pasee Perkuat Identitas Sosial Mahasiswa lewat Diskusi
- 09 Mar 2026 06:24 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Dalam semangat kebersamaan bulan suci Ramadan, Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Pasee Aceh menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama (BUKBER) yang dipadukan dengan diskusi intelektual bertajuk "POH CAKRA". Acara ini dirancang sebagai ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memperkuat peran dan kesadaran sosial di tengah dinamika masyarakat Aceh.Minggu 8 Maret 2026.
Diskusi ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Muhammad Iqbal, S.H., M.H. dan Riski Hayatillah, S.ST. Keduanya membedah tema besar mengenai "Eksistensi dan Kontribusi Gerakan Mahasiswa dalam Penguatan Nilai Demokrasi Keislaman dan Identitas Sosial Aceh."
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan beberapa poin kunci:
• Tanggung Jawab Moral: Mahasiswa memegang amanah intelektual untuk menjaga nilai demokrasi yang berlandaskan prinsip keislaman.
• Penjaga Identitas: Di tengah arus modernisasi, mahasiswa harus menjadi benteng pelestari identitas sosial Aceh.
• Kekuatan Literasi: Gerakan mahasiswa wajib berpijak pada literasi sejarah dan kearifan lokal.
Presiden FKM Pasee Aceh, Khussyairi (Sigeum), menegaskan bahwa POH CAKRA bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wadah peningkatan literasi.
"Kami ingin mahasiswa Aceh menjadi garda terdepan dalam merawat tradisi diskusi yang kritis serta menjaga identitas daerahnya sendiri," ujar Khussyairi.
Senada dengan hal tersebut, Riski Hayatillah menyoroti satu keunikan identitas Aceh yang mulai terlupakan, yaitu ketajaman nalar. Ia mengutip ungkapan filosofis Aceh, “Sep meuaceh i semike ureng nyan,” yang menggambarkan daya pikir tajam dan keberanian dalam menyampaikan gagasan.
Kegiatan ini diharapkan mampu membekali mahasiswa agar tidak tergerus arus globalisasi yang sering kali mengabaikan nilai lokal. Dengan memperkuat literasi budaya dan nilai keislaman, mahasiswa diharapkan muncul sebagai generasi yang tidak hanya kritis secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran kolektif untuk membangun masa depan Aceh.