Islami Cruise 2026, Aceh Tampilkan Wajah Pariwisata Halal
- 22 Okt 2025 17:08 WIB
- Lhokseumawe
KBRN,Lhokseumawe : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, memimpin rapat awal persiapan kunjungan Islami Cruise bersama unsur lintas sektoral di Ruang Rapat Lantai II Kantor Disbudpar Aceh, Selasa (21/10/2025).
Rapat ini menjadi langkah strategis Pemerintah Aceh dalam mempersiapkan penyambutan kapal pesiar bertema wisata halal yang akan berlabuh di Banda Aceh pada awal tahun 2026. Kapal tersebut diperkirakan membawa ribuan wisatawan mancanegara untuk menikmati pesona dan keunikan budaya Aceh.
Dalam arahannya, Kadisbudpar Aceh, Dedy Yuswadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI di Jakarta. Hasil koordinasi tersebut memastikan kunjungan kapal pesiar akan berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada Januari dan Februari 2026.
“Kapal pesiar Islami Cruise ini akan menjadi momentum penting bagi Aceh untuk menunjukkan wajah pariwisata Islami kepada dunia. Kami berharap dukungan dan masukan dari seluruh unsur yang hadir agar persiapan penyambutan dapat berjalan maksimal,” ujar Dedy.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ismail, menjelaskan bahwa jumlah wisatawan yang akan turun dari kapal diperkirakan mencapai 3.000 orang, dengan durasi kunjungan sekitar 10 jam. Para wisatawan akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, antara lain Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, PLTD Apung, dan Museum Aceh.
Selain jajaran internal Disbudpar Aceh, rapat tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur strategis lintas sektor. Dari lembaga vertikal hadir Kapolda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh, serta Kepala Basarnas Aceh.
Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh dari aparat keamanan, imigrasi, bea cukai, kesehatan, hingga penyelamatan dalam menyukseskan agenda internasional ini.
Kadisbudpar Aceh menegaskan, hasil rapat ini akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan Surat Keputusan (SK) Tim Kerja Persiapan Kunjungan Kapal Pesiar Islami Cruise, serta dilaporkan secara resmi kepada Gubernur Aceh.
“Kunjungan kapal pesiar ini bukan hanya tentang kedatangan ribuan wisatawan, tetapi juga tentang peluang besar bagi Aceh untuk meneguhkan posisinya sebagai gerbang wisata halal di Asia Tenggara. Dengan kerja sama semua pihak, kita optimistis Aceh dapat menjadi tuan rumah yang berkesan bagi dunia,” tutup Dedy Yuswadi.