Mobil Listrik, Mobil Masa Depan?
- 23 Jan 2026 08:50 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Mobil listrik semakin mengukuhkan posisinya sebagai mobil masa depan. Sepanjang tahun 2025, tren penggunaan mobil listrik terus mengalami peningkatan, termasuk di Kota Madiun. Bahkan, beberapa pabrikan mobil listrik tercatat menjadi merek terlaris seiring meningkatnya minat masyarakat.
Sales Consultant BYD Haka Auto Madiun, Khafid Nur Rois, mengatakan bahwa mobil listrik kini semakin mendapat sorotan luas dari media dan media sosial. Hal tersebut berdampak langsung pada meningkatnya minat beli masyarakat.
“Karena ini, Mbak, dari media itu kan sudah mengunggulkan mobil listrik untuk saat ini. Jadi, untuk penjualan di Madiun, sudah banyak yang lihat di media dan sosmed. Kita tinggal eksekusinya saja. Kita ready test drive, ready unit, jadi enggak ada inden,” ujar Khafid.
Menurutnya, mobil listrik disebut sebagai mobil masa depan karena memiliki berbagai keunggulan dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan masyarakat adalah efisiensi biaya operasional.
“Nah, yang pertama pasti yang dipertimbangkan orang-orang itu kebanyakan di efisiensi biaya. Dari biaya listriknya itu perbandingannya ringan dibanding mobil bensin,” jelasnya.
Khafid mencontohkan, biaya listrik mobil listrik bisa hanya sekitar Rp100.000 per bulan, sementara mobil bensin dapat mencapai Rp500.000 per bulan. Selain itu, pajak kendaraan mobil listrik juga jauh lebih murah, bahkan bisa lebih rendah dari pajak sepeda motor.
“Yang pertama sih untuk mobil listrik itu lebih efisiensi biayanya di pajaknya. Pajaknya cuma Rp143.000. Itu malah lebih mahal motor,” ungkapnya.
Dari sisi kemudahan pengisian daya, mobil listrik kini semakin praktis. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sudah tersedia di berbagai lokasi, seperti kantor PLN, hotel, hingga rest area. Pengisian daya juga dapat dilakukan di rumah dengan daya listrik minimal 2.200 volt.
Mobil listrik juga dinilai ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga mendukung penggunaan energi terbarukan. Selain itu, performanya dinilai lebih unggul karena memiliki akselerasi yang responsif.
“Oke banget karena responsif banget. Dibanding mobil bensin, gasnya itu lebih responsif,” kata Khafid.
Keunggulan lainnya adalah adanya fitur regeneratif, di mana baterai dapat terisi otomatis saat kendaraan melaju menuruni jalan. Beberapa tipe mobil listrik juga dilengkapi fungsi power bank, yang memungkinkan pengguna mengambil daya dari mobil untuk keperluan lain, seperti memasak atau menyalakan lampu saat berkemah.
Dari sisi perawatan, mobil listrik dinilai lebih mudah dan hemat. Perawatan berkala hanya dilakukan setahun sekali, berbeda dengan mobil bensin yang umumnya setiap enam bulan. Biaya perawatan pun lebih ringan karena hanya melibatkan pengecekan baterai, sistem kelistrikan, serta cairan seperti minyak rem dan coolant.
Terkait keamanan, Khafid menegaskan bahwa baterai mobil listrik, telah melalui berbagai uji ekstrem dan dinyatakan aman.
“Untuk keamanan baterainya, produk kami sudah pakai blade battery. Itu sudah teruji, ditusuk paku beton enggak meledak, diinjak truk berton-ton juga enggak meledak. Sudah safety banget untuk mobil listrik yang masuk di Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, dealer juga memberikan garansi baterai hingga 8 tahun, termasuk penggantian baterai jika tingkat kerusakan melebihi 70 persen. Dengan berbagai keunggulan tersebut, mobil listrik dinilai semakin layak menjadi pilihan utama masyarakat dan diprediksi akan terus mendominasi pasar otomotif sebagai kendaraan masa depan.