Tanya ke AI Ternyata Ada Rumusnya, Seperti Apa?
- 29 Jan 2026 19:32 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan kecerdasan buatan dan mesin pencari membutuhkan langkah khusus agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Salah satu kunci utamanya adalah membuat prompt yang spesifik dan terarah. Hal ini disampaikan Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. dalam dialog bersama Pro2 RRI Madiun terkait pemanfaatan AI secara optimal.
Menurut Dr. Linda, hasil pencarian yang baik sangat ditentukan oleh kejelasan instruksi yang diberikan. “Biasanya hasil data atau pencarian yang bagus itu adalah ketika kita membuat prompt yang sangat spesifik,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya memahami cara berkomunikasi dengan AI.
Dr. Linda memperkenalkan rumus SAS sebagai panduan membuat prompt efektif. SAS terdiri dari Subjek, Activity, dan Substansi. “Rumusnya SAS, yang pertama S itu adalah Subjek,” katanya.
Subjek berarti pengguna perlu menjelaskan identitas dirinya saat melakukan pencarian. Identitas tersebut akan memengaruhi hasil yang ditampilkan oleh AI atau mesin pencari. “Biasakan menyampaikan siapa diri kita karena itu akan mempengaruhi hasil pencarian,” tambah Dr. Linda.
Komponen kedua dalam rumus SAS adalah Activity atau aktivitas. Activity berupa kata perintah yang menunjukkan apa yang diminta kepada AI. “Dalam membuat prompt itu harus ada kata perintahnya, misalnya buatkan, deskripsikan, atau analisis,” jelasnya.
Sementara itu, komponen ketiga adalah Substansi yang berisi data tambahan dan batasan yang jelas. Substansi membantu AI menghasilkan jawaban yang lebih terfokus dan mendalam. “Semakin kita spesifik, hasil yang ditangkap AI juga akan semakin detail,” tuturnya.
Dengan memahami dan menerapkan rumus SAS, pengguna diharapkan dapat memanfaatkan AI secara lebih bijak dan maksimal. AI dapat menjadi asisten yang efektif dalam berbagai bidang pekerjaan. Namun, ketepatan hasil tetap bergantung pada kualitas perintah yang diberikan oleh manusia.