Gen Z untuk Teknologi yang Manusiawi

  • 09 Feb 2026 10:59 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Teknologi bagi Generasi Z bukan sekadar alat bantu, melainkan ekosistem dasar dalam berinteraksi. Mengutip data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), tingkat penetrasi internet di Indonesia terus meningkat secara signifikan, di mana Generasi Z menjadi kelompok demografis yang paling dominan dalam pemanfaatan ruang siber. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, kita menghadapi tantangan sosial yang kompleks.

“Bagi Gen Z teknologi interaksi sosial menjadi fenomena tersendiri. Gen Z membawa peradaban sendiri. Bagaimana Gen Z berinteraksi sosial, termasuk budaya cancel culture” Dikatakan Felix Trisuko Nugroho, M.Pd ( Dosen Prodi BK UKWMS Madiun) saat menjadi narasumber acara PUG dan Inklusi di PRO 1 RRI madiun, Senin 9 Februari 2026.

Fenomena Cancel Culture atau budaya pengucilan digital, menjadi realitas yang kerap kita temui. Cancel culture sendiri merupakan budaya memboikot seseorang yang dianggap bermasalah secara massal, misalnya saat orang tersebut mengatakan atau melakukan sesuatu yang dianggap tidak etis atau menyinggung. Praktik pemboikotan massal ini biasanya juga diikuti dengan pemberhentian dukungan kepada orang tersebut.

Sebagaimana disoroti dalam berbagai laporan media nasional, fenomena ini mencerminkan betapa tajamnya jejak digital dan bagaimana algoritma media sosial yang berorientasi pada intensitas keterlibatan (engagement) sering kali mengabaikan konteks kemanusiaan. Hal ini selaras dengan perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang menekankan pentingnya etika digital dan perlindungan identitas di ruang publik guna mencegah kekerasan siber.

“Maka kami sampaikan diforum diskusi kepada teman-teman mahasiswa untuk bagaimana berperilaku yang bai alis perlu menggunakan etika didepan media sosial atau ketika bermedia sosial” Tambah Felix

Diakhir dialog Felix mengajak seluruh Generasi Z untuk bertindak sebagai subjek, bukan sekadar objek dari teknologi. Jadilah pengguna yang cerdas dan kritis. Ia juga mengajak Gen Z dukung penuh Program Literasi Digital Nasional yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat kecakapan, etika, dan keamanan budaya digital kita. 

Selain itu Felix juga mengajak untuk menggunakan platform yang terbukti transparan dan berkomitmen pada prinsip inklusivitas. Jangan pernah ragu untuk bersuara dan melaporkan ketidakadilan digital jika Anda menemukan bias algoritma atau sistem yang diskriminatif. Ingatlah, suara dan pilihan Anda hari ini adalah kunci utama dalam merancang masa depan teknologi yang lebih adil dan memanusiakan manusia

Rekomendasi Berita