Begini Dampak Judi Online bagi Kesehatan Mental
- 28 Feb 2026 17:00 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Judi online semakin mudah diakses melalui gawai pribadi, sehingga risikonya pun semakin luas, terutama bagi remaja dan dewasa muda. Dari sisi kesehatan mental, praktik ini tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga pada pola pikir dan perilaku seseorang.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa judi online dapat memicu kecanduan karena sistemnya dirancang untuk merangsang hormon dopamin di otak.
“Setiap kemenangan memunculkan rasa senang yang kuat. Sensasi itu membuat pemain ingin mengulang pengalaman yang sama, meskipun risikonya besar,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Salah satu dampak paling umum adalah meningkatnya kecemasan. Ketika mengalami kekalahan, pemain cenderung merasa gelisah dan tertekan, apalagi jika kerugian finansial sudah cukup besar.
Rasa khawatir akan hutang atau kehilangan uang dapat memicu stres berkepanjangan. Selain kecemasan, depresi juga menjadi risiko serius. Perasaan bersalah, malu, hingga putus asa sering muncul ketika seseorang menyadari dampak kerugian yang ditimbulkan.
Dalam kondisi tertentu, individu bisa kehilangan motivasi, menarik diri dari lingkungan sosial, dan mengalami gangguan tidur. Judi online juga berpengaruh pada kontrol emosi.
"Seseorang yang kecanduan lebih mudah marah, frustrasi, atau impulsif. Ketika dorongan untuk bermain muncul, kemampuan berpikir rasional sering kali menurun," tuturnya.
Dari sisi relasi sosial, dampaknya tidak kalah besar. Ketergantungan pada judi dapat merusak kepercayaan dalam keluarga, memicu konflik, dan menimbulkan isolasi sosial.
"Tidak sedikit individu yang memilih menyembunyikan kebiasaan bermain karena rasa malu," terangnya.
Andi menegaskan bahwa semakin lama kebiasaan ini dibiarkan, semakin sulit pula proses pemulihannya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda awal kecanduan, seperti bermain terus-menerus meski merugi, berbohong soal aktivitas, hingga meminjam uang untuk berjudi.
“Judi online bukan sekadar permainan. Dampaknya nyata bagi kesehatan mental. Jika sudah terasa mengganggu, segera cari bantuan profesional dan bangun dukungan dari lingkungan terdekat,” tegasnya.