Mengenali Tanda-Tanda Hubungan Manipulatif Menurut Psikolog
- 28 Feb 2026 17:04 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Hubungan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman, dihargai, dan didukung. Namun dalam beberapa kasus, relasi justru diwarnai pola manipulatif yang perlahan merugikan salah satu pihak.
Mengenali tanda-tandanya sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan mental. Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa hubungan manipulatif sering kali tidak terlihat jelas di awal.
“Manipulasi biasanya terjadi secara bertahap. Korban bisa saja tidak sadar bahwa dirinya sedang dikendalikan secara emosional,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Salah satu tanda umum adalah munculnya rasa bersalah berlebihan. Pelaku manipulasi kerap membalikkan keadaan sehingga pasangan merasa dirinya yang selalu salah, meskipun masalah sebenarnya tidak sepenuhnya demikian.
Tanda berikutnya adalah gaslighting, yaitu ketika seseorang dibuat meragukan pikiran, ingatan, atau perasaannya sendiri. Korban bisa merasa bingung, tidak percaya diri, dan mempertanyakan persepsinya terhadap suatu kejadian.
Hubungan manipulatif juga sering ditandai dengan kontrol berlebihan, seperti mengatur pergaulan, aktivitas, hingga keputusan pribadi pasangan. Kontrol ini sering dibungkus dengan alasan perhatian atau cinta.
Selain itu, pelaku manipulasi cenderung menggunakan ancaman emosional, seperti diam berkepanjangan, mengancam pergi, atau memainkan perasaan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Dampak psikologis dari pola ini cukup serius. Korban bisa mengalami penurunan harga diri, kecemasan, bahkan stres berkepanjangan karena terus-menerus merasa tertekan.
Andi menegaskan bahwa hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar komunikasi terbuka dan kesetaraan.
“Jika dalam hubungan seseorang merasa kehilangan jati diri atau takut menjadi diri sendiri, itu tanda yang perlu diwaspadai,” jelasnya.