Pasar Jajal Wae Ngawi: Pasar Tradisional Berkonsep Ramah Lingkungan
- 12 Jan 2026 16:11 WIB
- Madiun
KBRN, Ngawi: Pasar Jajal Wae di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Ngawi mengusung konsep ramah lingkungan dengan membatasi penggunaan plastik bagi pedagang dan pembeli. Pasar ini digelar setiap Ahad Pon atau Minggu Pon berdasarkan penanggalan Jawa.
Dalam praktiknya, sebagian besar pedagang Pasar Jajal Wae menggunakan daun pisang dan jati sebagai pembungkus makanan. Pengunjung yang ingin membawa pulang makanan juga perlu menyiapkan wadah sendiri saat berbelanja.
Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Girikerto, Titik Nuryani, menyebut konsep ini diterapkan untuk mengurangi sampah plastik dari aktivitas pasar. "Peralatan yang dipakai oleh bapak ibu pedagang semuanya non-plastik dan tidak menyediakan plastik kresek," jelasnya, Minggu (11/1/2026).
Seluruh pedagang Pasar Jajal Wae berasal dari warga Desa Girikerto dan memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai bahan utama. Jenis makanan yang dijual berupa jajanan tradisional yang kini jarang ditemui dan makanan berat lainnya.
Sejak pertama kali digelar pada Juli 2023, jumlah pedagang di Pasar Jajal Wae bertambah dari 17 menjadi 28 orang. Seiring itu, jumlah pengunjung juga meningkat pada setiap gelaran pasar.
Menurut Titik, jumlah pengunjung Pasar Jajal Wae biasanya meningkat pada momen libur akhir tahun atau Idul fitri. Pada periode tersebut, pengunjung dapat mencapai ratusan orang.
"Pengunjungnya dari tiap gelaran pasti bertambah dan kerakter berbeda. Pengunjung juga semakin teredukasi dengan membawa wadah atau tas sendiri karena di sini tidak disediakan tas kresek," kata Titik melanjutkan.
Selain aktivitas jual-beli, Pasar Jajal Wae juga menghadirkan hiburan musik tradisional yang dimainkan oleh kelompok karawitan dari desa setempat. Gelaran ini juga menjadi ajang unjuk bakat tari para siswa siswi Girikerto. "Harapannya UMKM terangkat, pariwisata ramai, dan kebudayaan bisa lestari," lanjutnya.
Lebih lanjut, Titik mengaku sangat senang karena Pasal Jajal Wae Girikerto semakin dikenal masyarakat. Dengan ramainya pasar ini, pendapatan pedagang baik di pasar maupun lingkungan sekitar wilayah Sumberkoso juga meningkat. "Adanya pasar ini banyak memberikan dampak positif bagi perekonomian Girikerto," tuturnya.
Titik pun berharap Pasar Jajal Wae terus berkembang dan konsisten menerapkan konsep ramah lingkungan. Dengan begitu bisa membantu mengurangi sampah plastik.(UF)