Labuhan Sarangan, Tradisi Adat yang Dongkrak Pariwisatadan Perekonomian Magetan
- 31 Jan 2026 22:34 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan – Tradisi Labuhan Sarangan di Telaga Sarangan kini bukan hanya simbol kebudayaan, tetapi juga daya tarik wisata yang mendongkrak ekonomi lokal. Setiap tahunnya ritual ini digelar pada Jumat Pon bulan Ruwah atau Syaban, menampilkan pelarungan sesaji berupa tumpeng besar yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menyampaikan, “Kehadiran pengunjung di Labuhan Sarangan memberikan kontribusi nyata terhadap sektor pariwisata dan roda ekonomi warga sekitar. Namun, kesakralan tradisi harus tetap dijaga.”
Pada Jumat (16/1/2026), kirab sesaji dimulai dari Pasar Sarangan menuju Telaga Sarangan, dengan ratusan peserta mengenakan pakaian adat dan mengiringi perlengkapan ritual sebelum dilarung ke telaga.
Kepala Dinas Pariwisata Magetan, Rudi Hartono, menambahkan, “Dengan status Labuhan Sarangan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, kami mendorong tradisi ini masuk kalender event nasional sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.”
Labuhan Sarangan juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang gotong royong, kepedulian terhadap alam, dan nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
Menurut tokoh masyarakat setempat, Ibu Ratna, “Tradisi ini sudah diwariskan dari nenek moyang dan tetap menjadi pengikat sosial, membuat warga saling membantu dan menjaga lingkungan.”
Ke depan, pemerintah daerah berharap Labuhan Sarangan dapat terus menjadi ikon wisata yang menggabungkan nilai budaya, spiritual, dan ekonomi.