Pertanyaan Siswa Bentuk AI Pembelajaran Lebih Cerdas

  • 03 Mar 2026 07:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Pertanyaan yang diajukan siswa kepada kecerdasan buatan (AI) kini menjadi sumber wawasan penting dalam mengembangkan alat pembelajaran yang lebih cerdas. Perusahaan pendidikan global Pearson mengungkap bahwa analisis terhadap ribuan pertanyaan siswa membantu mereka merancang fitur AI yang mendorong pembelajaran lebih mendalam.

Dikutip dari plc.pearson.com, Direktur Senior Manajemen Produk Pearson+, Drew Edwards, mengatakan memahami cara siswa berinteraksi dengan AI memberi gambaran tentang proses berpikir mereka. Menurutnya, menyerap pengetahuan saja tidak cukup. Siswa juga perlu memahami, mengevaluasi, serta menerapkan konsep yang dipelajari. Selama satu tahun terakhir, Pearson menganalisis lebih dari 128 ribu pertanyaan siswa pada fitur Explain dalam alat bantu belajar AI untuk buku Campbell Biology, yang banyak digunakan dalam mata kuliah biologi pengantar. Analisis tersebut menggunakan kerangka Taksonomi Bloom untuk mengukur tingkat kompleksitas kognitif pertanyaan siswa.

Hasilnya menunjukkan sekitar sepertiga pertanyaan berada pada tingkat kompleksitas kognitif yang lebih tinggi. Sebanyak 20 persen di antaranya mencerminkan keterampilan berpikir kritis yang penting dalam pembelajaran mendalam. Berdasarkan temuan tersebut, Pearson mengembangkan fitur baru bernama “Go Deeper”. Fitur ini dirancang sebagai pengembangan dari fungsi Explain untuk mendorong siswa mengajukan pertanyaan lanjutan dengan tingkat berpikir yang lebih tinggi.

Ketika siswa mengajukan pertanyaan, sistem tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga menyarankan pertanyaan lanjutan satu atau dua tingkat lebih tinggi dalam Taksonomi Bloom. Jika siswa memulai dengan pertanyaan definisi dasar, sistem akan mengarahkan pada pertanyaan yang mendorong pemahaman hubungan antar konsep atau penerapan pada situasi baru.

Kepala Ilmuwan Pembelajaran Pearson, Dr. Muireann Hendriksen, mengatakan pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kemampuan siswa sekaligus meningkatkan keterlibatan kognitif. Menurut Pearson, penggunaan AI dalam pendidikan perlu diarahkan sebagai mitra pembelajaran, bukan sekadar jalan pintas untuk mendapatkan jawaban cepat. Survei internal perusahaan menunjukkan mahasiswa lebih mempercayai alat AI yang dirancang khusus untuk tujuan pendidikan dibandingkan AI generatif umum.

Dengan lebih dari 80 persen produknya telah berbasis digital, Pearson menyatakan komitmennya untuk menerapkan AI secara bertanggung jawab guna meningkatkan pengalaman belajar dan mengajar.

Rekomendasi Berita