Dampak Buruk jika Terlalu Sering Menggunakan Gadget

  • 05 Mar 2026 15:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Penggunaan perangkat digital seperti smartphone, tablet, dan laptop kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Perangkat tersebut banyak digunakan untuk bekerja, belajar, hingga hiburan. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui laman ayosehat.kemkes.go.id, penggunaan perangkat secara berlebihan dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari masalah mata hingga penurunan kualitas interaksi sosial.

Salah satu dampak yang paling umum adalah gangguan pada kesehatan mata. Menatap layar terlalu lama dapat menyebabkan digital eye strain atau kelelahan mata.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan mata kering, penglihatan kabur, hingga rasa nyeri pada mata. Selain itu, cahaya biru yang dipancarkan oleh layar perangkat juga dapat mengganggu pola tidur.

Penggunaan perangkat menjelang waktu tidur dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan seseorang lebih sulit untuk beristirahat secara optimal.

Dari sisi kesehatan fisik, penggunaan perangkat dalam posisi yang tidak ergonomis juga berisiko menimbulkan gangguan pada otot dan tulang belakang. Kebiasaan membungkuk saat menggunakan ponsel sering menyebabkan nyeri leher atau tech neck, serta ketegangan pada bahu dan punggung.

Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat memicu masalah pada tulang belakang dan nyeri kronis. Penggunaan gadget secara berlebihan juga dapat mengurangi aktivitas fisik. Kondisi ini meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe dua.

Tidak hanya berdampak pada fisik, penggunaan perangkat juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Paparan media sosial secara berlebihan dapat memicu kecemasan, stres, bahkan depresi.

Hal ini sering terjadi karena pengguna cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain melalui konten yang dilihat di media sosial. Selain itu, kecanduan perangkat juga dapat mengurangi interaksi sosial secara langsung dengan keluarga maupun teman.

Akibatnya, kualitas hubungan sosial dapat menurun karena waktu komunikasi tatap muka semakin berkurang. Dampak lainnya adalah penurunan kemampuan konsentrasi dan kognitif.

Notifikasi yang terus muncul dari aplikasi dan media sosial membuat seseorang sulit fokus pada satu pekerjaan dalam waktu lama. Hal ini berpotensi menurunkan produktivitas serta memengaruhi kemampuan menyimpan informasi dalam memori jangka panjang.

Karena itu, para ahli menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan perangkat digital. Membatasi waktu penggunaan layar, mengambil jeda secara berkala, serta meningkatkan aktivitas fisik dan interaksi sosial secara langsung menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental.

Rekomendasi Berita