Begadang, Demi Me Time? ini Penjelasannya

  • 13 Mar 2026 08:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Fenomena “revenge bedtime procrastination” atau penundaan tidur sebagai bentuk “balas dendam” semakin banyak dibahas dalam beberapa tahun terakhir. Istilah ini merujuk pada kebiasaan seseorang yang sengaja begadang untuk mendapatkan kembali waktu luang setelah seharian bekerja atau beraktivitas. Dikutip dari Verywell Health.com, Fenomena ini mulai populer pada 2020 dan sering terjadi ketika seseorang merasa tidak memiliki cukup waktu untuk bersantai di siang hari. Akibatnya, waktu tidur dikorbankan demi menonton film, bermain media sosial, atau melakukan aktivitas lain di malam hari.

Psikolog dari The Ohio State University Wexner Medical Center, Helena Rempala, mengatakan kebiasaan tersebut dapat muncul karena seseorang ingin merasa memiliki kendali atas waktunya sendiri.

“Orang-orang sangat sibuk dan bekerja berjam-jam, sehingga mereka membutuhkan waktu untuk bersantai,” ujarnya.

Sementara itu, ahli pengobatan tidur dari Rush University Medical Center, James Rowley, menyebut kebiasaan menunda tidur juga bisa dipicu oleh kecemasan atau perasaan gelisah.

Agar kebiasaan tersebut tidak mengganggu kesehatan, para ahli memberikan beberapa cara untuk menghentikannya.

  1. Kenali Penyebab Anda Menunda Tidur

    Mengetahui alasan seseorang menunda waktu tidur dapat membantu memutus kebiasaan tersebut. Beberapa orang melakukannya untuk mencari waktu santai, sementara yang lain untuk menghindari perasaan cemas.

  2. Buat Rutinitas Tidur yang Konsisten
    Menetapkan jadwal tidur dan bangun yang teratur dapat membantu tubuh membangun pola tidur yang sehat. Rutinitas sebelum tidur bisa berupa membaca buku, menulis jurnal, mandi air hangat, atau melakukan peregangan ringan.
  3. Perhatikan Konsumsi Makanan dan Minuman
    Para ahli menyarankan untuk menghindari kafein setelah makan siang, tidak mengonsumsi alkohol menjelang tidur, serta menghindari makan dalam porsi besar pada malam hari. Selain itu, olahraga berat sebaiknya dilakukan setidaknya empat jam sebelum waktu tidur agar tidak mengganggu kualitas istirahat.
  4. Batasi Penggunaan Perangkat Elektronik
    Penggunaan ponsel, komputer, atau televisi sebelum tidur dapat membuat seseorang semakin sulit terlelap. Oleh karena itu, disarankan untuk membuat “jam malam teknologi”, yakni berhenti menggunakan perangkat elektronik sekitar satu jam sebelum tidur. Menonaktifkan notifikasi dan meletakkan perangkat jauh dari tempat tidur juga dapat membantu mengurangi gangguan.
  5. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
    Kamar tidur yang tenang, gelap, dan sedikit sejuk dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Beberapa orang juga menggunakan tirai penahan cahaya, kipas angin, atau mesin suara putih untuk menciptakan suasana yang lebih rilekKapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?
    Jika seseorang masih kesulitan tidur meskipun telah mencoba mengubah kebiasaan, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Menurut para ahli, sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh hingga delapan jam tidur setiap malam agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga

Rekomendasi Berita