BPOM Makassar Perketat Pengawasan Pangan jelang Lebaran

  • 18 Mar 2026 09:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, ketersediaan dan keamanan bahan pangan menjadi perhatian utama masyarakat. Menanggapi hal tersebut, program "Makasasar Menyapa – Dialog Interaktif" di PRO1 RRI Makassar edisi Rabu, 18 Maret 2026 mengangkat tema "Keamanan dan Kelayakan Bahan Makanan Jelang Lebaran". Diskusi ini menghadirkan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, S.Si., Apt., M.M., sebagai narasumber utama.

Dalam dialog yang dipandu oleh Arfan Yusri tersebut, Yosef mengungkapkan bahwa BPOM telah memulai pengawasan intensif sejak memasuki bulan Ramadan 2026 ini. Fokus utama pengawasan menyasar pada distributor besar, pasar tradisional, hingga ritel modern guna memutus rantai peredaran pangan ilegal atau kedaluwarsa. Upaya ini dilakukan mengingat tren permintaan masyarakat yang meningkat tajam biasanya dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk membersihkan stok lama yang sudah tidak layak.

Terkait temuan di lapangan, Yosef menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah peredaran produk pangan kemasan yang rusak atau tanpa izin edar (TIE). Ia menekankan pentingnya produsen menjaga integritas produk hingga ke tangan konsumen.

"Kami terus melakukan intensifikasi pengawasan secara bertahap. Fokus kami adalah memastikan tidak ada pangan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil yang masuk ke dapur masyarakat menjelang Lebaran ini," ujar Yosef.

Lebih lanjut, Yosef juga menyoroti maraknya tren bingkisan Lebaran atau parsel yang sering kali berisi produk-produk yang mendekati masa kedaluwarsa. Ia mengingatkan para pelaku usaha untuk bersikap jujur dalam menyusun paket parsel dan tetap menaati regulasi yang berlaku.

“Tentunya BPOM Makassar tidak segan dalam memberikan sanksi tegas, mulai dari peringatan keras hingga penyitaan barang ditempat, jika ditemukan pelanggaran yang mengancam kesehatan publik pasti kami berhak tindaki,” kata Yosef.

Masyarakat juga diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dan mandiri dalam memilih bahan makanan. Yosef menyarankan agar warga tidak tergiur dengan harga murah yang tidak rasional serta selalu melakukan pengecekan fisik pada kemasan produk sebelum membeli. Kewaspadaan ini sangat krusial agar momen hari raya tidak terganggu oleh masalah kesehatan akibat keracunan atau konsumsi zat berbahaya.

Sebagai panduan praktis, Yosef kembali menggaungkan kampanye "Cek KLIK" (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) kepada para pendengar RRI Makassar.

"Kunci keamanan pangan ada di tangan kita semua. Pastikan kemasannya dalam kondisi baik, baca labelnya dengan teliti, pastikan memiliki izin edar dari BPOM, dan yang paling penting, selalu cek tanggal kedaluwarsanya sebelum dikonsumsi atau disajikan," tegasnya.

Sinergi antara pengawasan ketat dari pemerintah dan ketelitian masyarakat adalah benteng utama dalam menjaga keamanan pangan. “Dengan koordinasi yang solid antara BPOM, pemerintah daerah, dan konsumen, diharapkan perayaan Idul Fitri tahun 2026 di Makassar dan Sulawesi Selatan dapat berjalan dengan aman, sehat, dan penuh keberkahan tanpa kekhawatiran terhadap kualitas bahan pangan,” tutup Yosef.

Rekomendasi Berita